Di Balik Kejayaan Amerika Serikat

M. Nurkhozim • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 11:30 WIB

 

NEW YORK : Salah satu kota besar di Amerika Serikat.
NEW YORK : Salah satu kota besar di Amerika Serikat.

 

Amerika Serikat adalah negara superpower. Kekuatan militernya masih yang paling kuat di bumi. Memiliki 5.000 hulu ledak nuklir. Negara ini adalah negara pertama yang menggunakan nuklir dalam perang, yakni menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Uang kertas AS, yakni dolar, menjadi mata uang global. Transaksi perdagangan global menggunakan uang kertas buatan bank sentral AS: The Federal Reserve. Bukan pound sterling Inggris atau euro milik Uni Eropa.

Tahun ini belanja pemerintah AS di APBN-nya mencapai 7,4 triliun dolar. Jika dikonversi ke rupiah, sekitar Rp118 ribu triliun. Sangat jauh dibandingkan APBN Indonesia yang hanya Rp3,8 ribu triliun. Perbedaannya seperti bumi dan langit.

AS menjadi negara maju bukan dalam sekejap mata. Namun, melalui perjalanan panjang.

Warga AS yang saat ini mendiami negara itu sebenarnya bukan penduduk asli benua itu. Mereka adalah pendatang dari Eropa. Penduduk asli benua itu bukan kulit putih. Melainkan Suku Apache, Cherokee, dan Navajo. Orang kulit putih adalah pendatang dari Benua Eropa. Mereka bermigrasi ke benua itu karena kekacauan di Eropa. Di benua baru mereka menyingkirkan suku lokal. Merebut tanahnya.

Era Colombus

Semua bermula pada Oktober 1492, Christopher Columbus menginjakkan kaki di Benua Amerika. Columbus sebenarnya berlayar menuju ke India namun dengan jalur yang lain. Colombus tidak pernah sampai ke Asia. Melainkan sampai ke Benua Amerika. Namun, dia mengira itu adalah India. Suku-suku lokal yang dia temui dia sebut Indian.

Kabar penemuan benua baru itu menyebar luas di Eropa. Kerajaan-kerajaan Eropa berlomba-lomba melakukan ekspedisi ke benua baru. Migrasi warga Eropa ke amerika tidak terbendung.

Banyaknya migrasi orang kulit putih eropa ke amerika menimbulkan konflik dengan penduduk lokal. Orang kulit putih Eropa mengambil tanah-tanah milik suku lokal. Hal itu menimbulkan pertumpahan darah.

Suku lokal yang memiliki senjata seadanya kalah dengan kulit putih Eropa yang memegang senapan dan meriam. Pengusiran besar-besaran dilakukan kulit putih pada suku lokal. Jutaan suku lokal amerika tewas selama konflik.

Inilah fase paling krusial, kulit putih Eropa membasmi suku lokal Benua Amerika. Saat ini warga suku lokal Amerika hanya tersisa ratusan ribu orang. Mereka dipaksa berbaur dengan warga Amerika pada umumnya. Sejarah tentang suku asli itu hilang. Tidak banyak diketahui generasi muda AS.

Deklarasi Pembentukan Negara

Koloni kulit putih Eropa di Amerika ada di bawah Kerajaan Inggris. Lama-lama mereka tidak tahan dengan kebijakan kerajaan yang dinilai memberatkan. Mereka pun melakukan pemberontakan. Perang berlangsung bertahun-tahun dan berakhir dengan berdirinya negara baru Juli 1776.

Kulit putih Eropa yang bermigrasi ke Amerika bukanlah warga sembarangan. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai pebisnis, bankir, peneliti, ilmuwan, hingga dosen. Dengan sumber daya manusia yang unggul itu, negara Amerika Serikat dengan mudah menjadi negara maju.

Kolonialisme Amerika Serikat

Mulailah negara baru ini mengikuti jejak pendahulunya, negara-negara Eropa, melakukan penjajahan.

Pada 1853, Amerika Serikat datang ke Jepang. Memaksa Jepang membuka pelabuhan untuk perdagangan internasional. Dalam eskalasi ini Jepang kalah. Peristiwa ini membuat Jepang membuka diri pada dunia internasional yang dikenal dengan Restorasi Meiji.

Pada 1898, AS sampai ke Filipina yang kala itu dikuasai Spanyol. AS dan Spanyol pun terlibat perang dan membuat Spanyol kalah. Setelah Spanyol angkat kaki, AS langsung mengambil alih Filipina. Sejak saat itu Filipina menjadi koloni AS di Asia Tenggara.

Menjadi Superpower

AS pun terlibat dalam perang dunia, baik Perang Dunia Pertama maupun Perang Dunia Kedua. Bahkan, pada Perang Dunia Kedua, AS muncul sebagai pemenang. Sejak saat itu AS dikenal sebagai negara kekuatan super karena memiliki senjata pemusnah massal: nuklir.

Sejak saat itu negara pemimpin dunia berganti, dari Inggris ke AS. Di zaman kolonial, Inggris adalah yang terkuat. Wilayah jajahannya sangat banyak. Dua perang dunia membuat ekonomi Inggris porak-poranda dan kesulitan keuangan.

Masa setelah Perang Dunia, muncul Uni Soviet dengan kekuatan nuklirnya. Itu membuat AS merasa tersaingi. Dua negara ini pun saling adu kekuatan secara diam-diam yang disebut Perang Dingin.

Perlombaan senjata dengan AS membuat ekonomi Soviet babak belur. Pada 1991, Uni Soviet runtuh. Sejak saat itu AS menjadi satu-satunya negara superpower. (zim)

 

Editor : M. Nurkhozim
amerika serikat Israel perang