Negara-negara barat mulai geram dengan tindakan Israel. Bagaimana tidak, negara yang dipimpin Benyamin Netanyahu itu memblokade bantuan kemanusiaan yang mengakibatkan jutaan warga Gaza kelaparan.
Kini, negara-negara barat menyatakan bakal mengakui kemerdekaan Palestina. Totalnya ada 13 negara. Diantaranya, Prancis, Inggris, Kanada, Australia, dan Norwegia. Pernyataan itu akan disampaikan pada sidang umum Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) September mendatang.
Ini menjadi harapan baru bagi berdirinya negara Palestina yang berdaulat.
Negara seperti Inggris, Prancis, Australia, dan Kanada selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Israel. Bahkan, Inggris adalah negara yang pertama kali menginisiasi berdirinya negara Israel.
Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang menjanjikan tanah Palestina untuk orang-orang Yahudi. Sejak saat itu jutaan orang Yahudi di Eropa melakukan eksodus ke Palestina. Pada Mei 1948 berdirilah negera Israel.
Saat itu Inggris masih menjadi super power dunia (Pax Britanica). Usai perang dunia kedua, super power berpindah ke Amerika Serikat (Pax Americana) hingga saat ini.
Kini Amerika Serikat (AS) menjadi pembela nomor satu Israel. Di sidang-sidang Dewan Keamanan PBB yang berencana memberikan sanksi pada Israel atas kejahatannya di Palestina selalu diveto AS.
Di situlah hebatnya zionis. Mereka memiliki kemampuan lobi yang luar biasa. Bisa dikatakan bukan Israel yang di bawah AS. Namun, AS lah yang ada di bawah kendali para zionis.
Para zionis di AS bisa menjadi apa saja. Mulai pejabat, pengusaha, aktor, hingga politikus. Tidak ada tempat di AS yang tidak ada intervensi zionis.
Maka, bisa dipastikan AS tidak akan mengakui palestina sebagai sebuah negara. Sebab, itu bertentangan dengan misi zionis.
Israel didirikan bukan hanya untuk menjadi tempat bernaung orang Yahudi. Yang kala itu mendapatkan tekanan bahkan pembantaian (holocoust) di eropa. Israel didirikan untuk menjadi negara penguasa dunia.
Maka, mereka menyeting setelah era AS sebagai super power berakhir, berikutnya yang akan menjadi super power dunia adalah Israel (Pax Judaica).
Israel kuno memang pernah menjadi super power. Itu terjadi di masa Raja Solomon (Nabi Sulaiman). Siapa yang tidak tahu kisah Nabi Sulaiman yang masyur. Nabi yang dianugerahi Allah berbagai kemampuan. Bisa menundukkan jin, angin, dan berbicara dengan binatang. Tentu Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang sangat besar. Tentaranya dari bangsa manusia dan jin.
Nabi Sulaiman menjadi raja yang tidak terkalahkan pada zamannya. Inilah masa-masa kejayaan Bangsa Israel.
Setelah Nabi Sulaiman Wafat. Anak-anaknya tidak ada yang bisa meneruskan kepemimpinan beliau. Akhirnya, kerajaannya terpecah-pecah.
Di masa itu bangsa Israel mengalami masa yang sulit. Mereka mulai dijajah bangsa -bangsa lain. Merekapun tercerai-berai ke berbagai negara karena menjadi tawanan perang.
Masa-masa kejayaan itulah yang akan dibangkitkan oleh orang Israel zaman sekarang. Bahkan, mereka sudah bersiap membangun kembali Haikal (Istana) Sulaiman. Lokasinya di Masjidil Aqsa saat ini.
Hal inilah menjadi konflik berkepanjangan. Masjid Al Aqsa adalah tempat suci ketiga Umat Islam. Di situlah peristiwa bersejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammadi SAW terjadi.
Israel sudah melakukan penggalian terowongan di bawah Masjidil Aqsa. Kondisi itu membuat struktur bangunan Masjidil Aqsa mulai retak dan rusak.
Negara-negara muslim mengutuknya. Tapi Israel bergeming. Tidak peduli. Isael tahu negara-negara itu tidak akan berani berbuat lebih selain bersuara.
Kini, negara-negara barat sekutu Israel sudah muak dengan ulah negara Yahudi itu. Bagaimana bisa mereka dengan terang-terangan membantai warga sipil Gaza. Tidak cukup dengan itu mereka memblokade bantuan makanan dan membuat jutaan warga Gaza kelaparan.
Negara-negara barat itu akhirnya terbuka hatinya. Mereka tidak bisa melihat kekejaman itu terus berlangsung. Perang ya perang, tapi jangan membantai rakyat sipil dan membuat mereka mati kelaparan. Itu bukan perang tapi genosida. Maka, harus dihentikan. Begitu kira-kira pikiran para pemimpin negara-negara barat itu. (zim)
Editor : M. Nurkhozim