Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Opini: Antara Kenakalan dan Barak Militer

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 15 Juni 2025 | 21:20 WIB
Ilustrasi siswa.
Ilustrasi siswa.

 

Oleh:
AGUS ARI AFANDI
Psikolog pusat pelayanan perempuan dan anak Bojonegoro

"BERAPA skor kenakalan waktu kalian remaja?," pertanyaan ini kadang penulis berikan kepada para orangtua yang hadir saat parenting. Mereka para orangtua hanya tersenyum.

Kadang juga ada yang mengakui kalau remaja memang nakal, sedangkan yang lainnya hanya diam mengingat masa remajanya. Bagi sebagian orang nakal adalah sesuatu yang relatif. Ketika bayi yang sering menangis sehingga ibunya harus sering menggendong maka ibunya akan mengatakan bayinya nakal.

Ketika anak usia 4 tahun tidak mau tidur siang maka ibunya juga akan mengatakan nakal. Saat anak remaja maka kriteria nakal sudah berbeda lagi.

Kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik. Suka mengganggu, dan suka tidak menurut.

Sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain, tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kenakalan adalah perilaku yang melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat, baik itu norma sosial, hukum, atau agama, dengan tingkat kesalahan yang ringan. Perilaku tersebut bisa berupa perbuatan tidak baik, mengganggu ketenangan orang lain, atau tindakan yang menyalahi aturan.

Kenakalan banyak dilakukan pada masa remaja, hingga ada istilah juvenile delinquency, suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, ataupun hukum dalam masyarakat oleh remaja, yaitu masa transisi antara anak-anak ke dewasa. Secara umum kenakalan pada remaja disebabkan karena emosinya yang belum matang.

Tidak matangnya emosi seseorang ditandai dengan meledaknya emosi di hadapan orang lain, tidak dapat melihat situasi dengan kritis, dan memiliki reaksi emosi yang tidak stabil.

Remaja adalah masa yang singkat namun penuh gejolak. Ada dua sisi bila kita bisa mengoptimalkan potensinya maka bisa menjadi sumber daya yang hebat. Namun di sisi lain bila tidak tepat memperlakukannya akan muncul kenakalan remaja. Kondisi inilah yang harus kita anstisipasi agar potensi positif yang berkembang.

Permasalahan remaja tidak sebatas di kota besar saja namun sudah merambah di kota kecil. Terbukanya akses interaksi dan komunikasi bisa mempegaruhi perilaku remaja. Demikian juga di wilayah kita juga mungkin terjadi kenakalan remaja.

Beragam cara sudah dilakukan oleh sekolah, orangtua dan lainnya untuk mengantisipasi kenakalan remaja. Saat ini muncul ide dengan menempatkan remaja yang dianggap nakal di barak militer.

Sebagai sebuah gagasan untuk menangani remaja yang nakal memang perlu kajian untuk melihat efektifitasnya, namun ini adalah upaya juga yang coba dilakukan. Tentu saja tetap harus mengedapankan kondisi anak.

Sebagai sebuah tempat, barak adalah tempat sementara yang menampung orang dalam berkegiatan. Sedangkan dalam instilah militer barak sebagai fasilitas tempat tinggal prajurit yang dirancang untuk mendukung operasi, pelatihan, dan kegiatan militer.

Tempat ini menjadi bagian penting dalam struktur operasional militer. Dalam bentuk tenda maupun tempat perlindungan lainnya, barak memberi ruang yang aman dan terorganisir bagi pasukan selama proses pelatihan, operasi, maupun kampanye militer oleh para prajurit.

Sementara dalam konteks pembinaan remaja, barak berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter, bukan tempat hukuman. Meskipun tetap bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif.

Kenakalan adalah bentuk perilaku yang tentu ada pencetusnya. Untuk bisa memahami pencetusnya dibutuhkan pendekatan yang kadang sifatnya adalah personal. Sebagai contoh kalau ada siswa yang membolos bisa jadi penyebab bolosnya bisa berbeda. Hal ini juga harus dipertimbangkan untuk mengatasi kenakalan remaja.

Menempatkan mereka dalam satu barak dengan serangkaian kegiatan yang akan membentuk disiplin, mental dan lainnya adalah bagian dari upaya untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Harapannya mereka menjadi pribadi yang bisa mengontrol emosinya dan memiliki kharakter positif sehingga tidak terlibat kenakalan remaja yang merugikan. Namun secara personal juga masih perlu digali terkait penyebab kenakalannya sehingga kita bisa membantu mengatasi masalahnya.

Pada umumnya kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan dalam pemenuhan tugas perkembangan. Beberapa remaja gagal dalam mengembangkan kontrol diri yang sudah dimiliki remaja lain seusianya selama masa perkembangan. Keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan menjadikan remaja sadar dan peka terhadap norma, sehingga remaja mampu menahan dorongan pemuasan dalam diri agar tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku.

Sebaliknya, kegagalan dalam tugas perkembangan ini, akan menyebabkan individu remaja menjadi kurang peka terhadap norma dan aturan yang berlaku. Ini menyebabkan individu remaja menjadi rentan berperilaku melanggar aturan bahkan melakukan tindakan kriminal.

Kita berharap bahwa upaya yang dilakukan oleh beberapa pihak adalah usaha untuk membekali para remaja dengan mental dan karakter yang baik. Bagaimanapun mereka adalah estafet masa depan yang akan meneruskan pembangunan bangsa dan negara.

Remaja dengan segala potensinya perlu mendapatkan bimbingan dan perlakuan yang tepat agar bisa menjadi penerus generasi bangsa. Setiap masa akan memiliki jenis kenakalan yang berbeda. Upaya bersama perlu dilakukan untuk mengantisipasinya.

Semuanya dengan pendekatan yang khas yang menjadi cirinya, maka dengan penempatan di barak militer juga dengan pendekatan ala militer sebagai alternatif membentuk karakter remaja. Tentu saja tetap harus dipertimbangkan bahwa mereka adalah anak yang harus dibina, bukan prajurit yang disiapkan untuk perang. (*)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#masa remaja #militer #Kenakalan #barak #nakal #dewasa #remaja #barak militer #bojonegoro #Potensi #kenakalan remaja