Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Opini: Pemimpin Pilihan Anak Muda

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 13 Oktober 2024 | 20:58 WIB
Ilustrasi Kursi(Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi Kursi(Ainur Ochiem/RDR.BJN)

 

Oleh:
AGUS ARI AFANDI
Psikolog, Stikes Rajekwesi Bojonegoro

 

TAHAPAN Pilkada 2024 sudah memasuki tahapan kampanye. Bojonegoro, dan juga beberarapa daer ah lain di Indonesia tahun ini juga merasakan suasana pilkada serentak. Untuk pilkada tahun ini ada 2 pasangan cabup-cawabub yang ikut dalam pemilihan. Ke-dua calon memiliki latar belakang karir yang beragam mulai dari pejabat pemerintahan hingga anggota legislatif.

Sesuai data di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.033.836 jiwa. Dari jumlah itu, pemilih muda sebanyak 518.998 jiwa.Kemudian generasi milenial atau Y mencapai 309.374 jiwa, dan generasi Z sebanyak 210.170 jiwa. Dengan jumlah pemilih sebanyak itu maka perlu strategi untuk meraih suaranya. Paling tidak perlu mengerti karakter dan pilihan pemimpin versi mereka.

Siapakah Pemilih Muda? Adapun pemilih pemuda sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yakni usia 16 sampai 30 tahun. Sedangkan, pemilih pemula ialah pemilih baru menggunakan hak pilih kali pertama dalam Pemilu 2024.

Pemilih pemula merupakan pemilih berusia muda dan baru tahun ini ikut melakukan pencoblosan. Dilihat dari rentang usia meraka adalah 17-21 tahun. Pada rentang usia itu mereka termasuk remaja akhir dan memasuki dewasa dini. Salah satu ciri dari dewasa dini adalah memasuki masa komitmen. Menjadi orang muda yang mengalami perubahan tanggung jawab dari seorang pelajar yang tergantung pada orangtua menjadi orang dewasa mandiri, maka mereka menentukan pola hidup baru, memikul tanggung jawab baru dan membuat komitmen-komitmen baru.

Sejauh ini pemilih pemula usia muda bisa menjadi incaran dari paslon, sebab mereka adalah pemilih potensial. Hal ini dikarenakan banyak diantara mereka yang belum menentukan pilihan, sehingga menjadi lahan tersendiri untuk mendulang jumlah suara. Kondisi ini bisa diantisipasi oleh para paslon untuk berebut pengaruh diantara pemilih pemula ini. Sebab, pemilih yang belum menentukan pilihan lebih mudah diyakinkan daripada yang sudah punya jago.

Sebagai individu yang sudah mempunyai hak pilih, mereka juga mempunyai pilihan untuk menentukan calon pemimpin yang ideal. Mereka akan belajar dan berkomitmen tentang proses yang terjadi. Melalui pelajaran di sekolah dan media massa anak muda seringkali mengembangkan minat terhadap pemerintahan, politik, dan peristiwa yang terjadi. Minat ini diungkapkan terutama melalui bacaan dan pembicaraan dengan teman, guru, dan orangtua.

Keikutsertaan anak muda perlu ditingkatkan agar berpartisipasi menggunakan hak pilih. Anak muda yang apatis terhadap politik disebabkan sejumlah hal. Diantaranya kelakuan buruk dan kebijakan buruk yang secara sengaja atau tidak sengaja dilihat oleh orang lain. Setelah itu diperparah dengan cerita-cerita buruk yang diceritakan orang lain pula. Selama ini banyak juga diberitakan di media massa tentang perilaku koruptif oleh para politisi.

Baca Juga: Opini: Bayang-Bayang Golput Pilkada

Pemimpin Pilihan Anak Muda Sebagai calon pemilih yang memiliki hak suara dalam pemilihan menentukan pemimpin, anak muda juga mempunyai kriteria dalam memilih pemimpin. Menurut Elisabet Hurlock, tokoh psikologi perkembangan, beberapa kritreria pemimpin menurut anak muda diantaranya faktor utama yang terpenting dalam kepemimpinan adalah kepribadian. Pemimpin harus bertanggung jawab, lebih terbuka, lebih bersemangat, lebih banyak akal, dan lebih banyak mengambil inisiatif melakukan perubahan. Sesuai dengan jiwa anak muda yang dinamis maka kriteria pemimpin jaman now harus mengikuti pola pikir dari anak muda. Dalam hal penampilan misalnya, anak muda cenderung menyukai pemimpin yang berbusana trendy dan ngenomi. Pemimpin bisa lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Kriteria yang kedua adalah emosinya stabil, penyesuaian dirinya baik, orang yang berbahagia dan hanya mempunyai sedikit kecendrungan neurotik. Pemimpin jaman now bagi anak muda harus bisa menyesuaikan dengan keadaan dan lingkungan dimana dia berada. Berbekal emosi yang stabil maka dia bisa mengarahkan dan membimbing jiwa muda yang bergelora. Selain itu bisa memberikan contoh perilaku yang baik di masyarakat. Perilaku yang baik tidak menimbulkan kontroversi. Latar belakang keluarga yang bahagia dari calon pemimpin bisa menjadi panutan anak muda dalam berinteraksi.

Kriteria ketiga adalah mempunyai wawasan luas dan tujuan yang realistik. Sebagai calon pemimpin maka anak muda menyukai pemimpin yang memiliki wawasan luas. Wawasan bagaimana mensinergikan pengetahuan dan potensi yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang realistis. Anak muda lebih cenderung berpikir praktis dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Jadi mereka tidak suka janji-janji yang muluk.

Kriteria keempat adalah kemampuan berkomunikasi, menyatakan pendapat dan perbedaan dengan bijaksana. Anak muda sekarang lebih kritis daripada masa sebelumnya. Sehingga calon pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi dalam menampung aspirasi anak muda. Demikian juga bila terjadi perbedaan pendapat, tidak selalu menyalahkan tapi menyikapinya dengan bijaksana dan menampung argumen yang disampaikan.

Pilkada nanti akan diikuti oleh dua pasangan calon. Sekecil apapun peluang untuk meraup suara dari pemilih maka harus dioptimalkan. Para paslon dapat menunjukkan kemampuan mereka seperti kriteria yang diharapkan oleh pemilih muda. Kepada pemilih pemula maka para paslon dapat menunjukkan dan memberikan contoh berkompetisi yang baik dan komitmen untuk membangun Bojonegoro yang lebih baik. Dengan memberikan contoh yang baik ini bisa menjadikan pembelajaran etika berpolitik yang baik. Hal ini juga bisa menjadi pilihan bagi anak muda dalam menentukan pilihan saat pilkada nanti. Bagi pemilih muda, maka kesempatan untuk menggunakan hak pilih dapat dipakai untuk memberikan suara pada calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria. Ingat, bahwa pilihanmu menentukan masa depan Bojonegoro. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kpuk bojonegoro #Pemilih Pemula #orang muda #pemimpin #pemilu #pemilih muda #pilkada #Anak Muda #opini #bojonegoro #orang tua #kampanye #tanggung jawab #milenial