Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Ada Perawat di Antara Para Dokter

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 14 Mei 2023 | 20:05 WIB
Ilustrasi(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
Ilustrasi(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
PANDEMI baru saja dilewati, namun hati masih bisa merasakan saat orang-orang sekitar kita mendadak harus pergi meninggalkan kenangan. Berapa banyak anak kehilangan orang tua dan harus menjalani hidup sebagai yatim.

Berapa banyak pasangan sendiri sebagai single parent, bahkan juga para lansia kehilangan sandaran di waktu senja karena harus kehilangan putra-putrinya. Tidak jarang justru para tenaga kesehatan ini menjadi korban dalam perjuangan. Hampir tiap hari beredar kabar kita terima bahwa banyak tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan) meninggal dunia setelah sekian waktu berjibaku demi raga yang lain.

Para perawat dan tenaga kesehatan kini menghadapi tantangan baru. Bedanya, jika pandemi berhadapan dengan virus, saat ini berhadapan sebuah kebijakan. Jumat, 12 April 2023 sebagai Hari Perawat Sedunia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memperingati beragam. Pertama selebrasi Internasional Nurse Day melalaui daring. Kedua, halalbihalal salah satu komisariat PPNI di Bojonegoro. Ketiga, pelantikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bojonegoro, momentum terjadi di tengah maraknya pembahasan RUU Kesehatan terkait Omni Bus Law.

Sebelumya, Senin 8 Mei para perawat bersama dokter, bidan, dan apoteker turun ke Jakarta aksi serentak. Juga, organisasi profesi di daerah turun ke DPRD menyampaikan aspirasi penolakan atau keberatan terhadap RUU Kesehatan. Dan komitmen mengawal isi UU Kesehatan mengatur tentang fungsi dan peran organisasi profesi, kolegium, council menjaga kompetensi dan etik tenaga kesehatan agar tenaga kesehatan dan masyarakat mendapat perlindungan hukum.

Lazimnya sebuah kebijakan bermula dari permasalahan dan isu, sebagai rujukan. Berlanjut adanya keterlibatan berbagai pihak perumusan kebijakan. Maka RUU Kesehatan ini sudah memerlukan analisis dan evaluasi dari empiris masalah terjadi. Keterlibatan para pihak terutama organisasi profesi, jika tidak ingin terjadi kebijakan tidak efektif karena tidak sesuai kebutuhan dan urgensi masyarakat. Tentu, perlu ditanyakan untuk rakyat atau untuk pihak mana RUU Kesehatan?

Perawat bersama PPNI terus mengawal dan berupaya segenap sumber daya terus berjuang mengawal kebijakan agar berpihak kepada tenaga kesehatan. Termasuk kemaslahatan masyarakat penerima jasa layanan kesehatan.

Terlebih perawat sebagai tenaga kesehatan dalam jumlah terbesar dengan ketersediaan layanan terlama, bahkan 24 jam selama 1 hari dan 365 hari dalam satu tahun tak pernah henti melayani melalui tim pelayanan manjemen asuhan keperawatan profesional. Keberadaan perawat di tengah tenaga kesehatan lain dan kesiapsiagaan di tengah masyarakat dirasakan manfaatnya.

Jika hal ini diabaikan melalui kebijakan RUU Kesehatan tentu akan mencederai para pejuang demi raga yang lain. Karena itu, para tenaga kesehatan tetap solid memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui tim kesehatan dokter. Teruslah berjuang, ada perawat di antara tenaga kesehatan. Demikian pula untuk para dokter menjadi leading sector pelayanan teruslah mengabdi pada negeri, karena ada perawat di antara para dokter.

Untuk para perawat, Hari Perawat Sedunia menjadi momentum karena masih banyak tugas diemban, bahwa anak-anak generasi bangsa Indonesia masih dihantui stunting. Meski belum banyak ahli gizi tersedia, perawat sebagai garda terdepan mendeteksi kejadian stunting. Begitu penanganan stunting menjadi penting berbuat untuk masyarakat.

Kepedulian perawat terhadap segala kebijakan kesehatan memegang peranan. Mengingat perawat lebih dekat dan banyak bersama masyarakat perlu menjadi advokat bagi individu, keluarga, atau masyarakat menjadi pasien. Semoga semua perjuangan ini akan ada kepedulian stakeholder membuat kebijakan memberi perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat, perawat, dan tenaga kesehatan.

Teruslah berjuang kawan. Umur panjang perjuangan. Ingatlah ada perawat bersama masyarakat. (*)

 

*) Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia Bojonegoro. Ketua Stikes Maboro

Editor : M. Yusuf Purwanto
#dokter #opini #covid-19 #perawat