Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Samin Surosentiko dan Tirto Adhi Soerjo, Jejak Budaya Blora di Panggung HPN

Rahul Oscarra Duta • Senin, 9 Februari 2026 | 19:18 WIB

 

MENARIK PERHATIAN: Para Peserta Dialog Anugerah HPN Berswafoto dengan pahatan patung Samin dan Tirto karya seniman asal Blora di Hotel Horison UPI, Serang, Banten, kemarin (9/2).
MENARIK PERHATIAN: Para Peserta Dialog Anugerah HPN Berswafoto dengan pahatan patung Samin dan Tirto karya seniman asal Blora di Hotel Horison UPI, Serang, Banten, kemarin (9/2).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kayu jati itu pernah hidup. Akarnya menembus tanah Blora, menyimpan usia, cuaca, dan cerita.

Dari sanalah dua jiwa besar dilahirkan kembali, Samin Surosentiko dan Tirto Adhi Soerjo. Kemarin (9/2), sosok itu tak sekadar dipajang.

Mereka hadir, menyapa para insan pers di Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan di Serang, Banten.

Di tengah Dialog Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dua patung asal Blora itu berdiri tenang.

Namun, justru dari ketenangan itulah perhatian tertarik. Peserta dialog para bupati, wali kota, budayawan, hingga wartawan melambatkan langkah.

Kamera ponsel terangkat. Ada yang tersenyum, ada yang terdiam lebih lama dari biasanya. Mewakili Bupati Blora, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora menyerahkan dua patung tersebut.

Bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai penanda jejak. Bahwa dari tanah pinggiran, pernah lahir pemikir, perlawanan, dan keberanian.

Samin Surosentiko dengan wajah keras namun teduh mengingatkan pada laku hidup yang menolak tunduk, tanpa perlu berteriak.

Tirto Adhi Soerjo tegak dan penuh wibawa menyimpan riwayat kata-kata yang dahulu menggetarkan penguasa.

Keduanya dipahat dari akar kayu jati pilihan, karya tangan pemahat lokal Kelurahan Beran, Kecamatan Blora, bersama Wartono, perajin ukir yang namanya tumbuh dari kerja sunyi.

Detail pahatan menjadi bahasa tersendiri. Garis wajah, lipatan dahi, hingga tatapan mata seperti menyimpan cerita yang belum selesai.

Tak heran, dua patung itu menjelma primadona. Menjadi latar foto, menjadi titik temu, bahkan menjadi bahan obrolan di sela dialog kebudayaan.

Budayawan dan wartawan seni-budaya nasional Agus Dermawan, tak menyembunyikan kekagumannya.

“Saya pikir, untuk pemahat yang bersifat otodidak, ini karya yang luar biasa. Presisi dan tekniknya berhasil menangkap sosok yang sudah dikenal luas. Samin Surosentiko sangat hidup. Itu tidak mudah. Begitu pula Tirto Adhi Soerjo yang dieksekusi dengan sangat baik,” katanya.

Di ruang hotel itu, Blora tak sekadar hadir sebagai nama daerah. Ia datang membawa ingatan. Dari akar jati yang sunyi, dua tokoh kembali berdiri menegaskan bahwa sejarah tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu untuk dipanggil pulang.

Sebelumnya, Wartono, Pematung akar jati 2 tokoh asal gembol itu, menghabiskan waktu berjam-jam membaca kembali wajah sejarah melalui kayu. “Akar jati itu punya karakter sendiri. Tidak bisa dipaksa,” ujar Wartono.

Tangannya menyusuri pahatan wajah yang belum sepenuhnya halus. Baginya, memahat tokoh bukan soal indah atau tidak. Tetapi soal tepat atau meleset.

Samin harus tampak bersahaja namun teguh. Tirto mesti memancarkan kecerdasan dan keberanian seorang perintis pers. Sedikit saja salah lekuk, maknanya bisa berubah. “Tokoh yang sudah dikenal, orang langsung tahu. Kalau tidak mirip, ya kelihatan,” katanya.

Dari potongan akar jati itu, dua karakter besar perlahan muncul. Samin dengan keteguhan laku hidup dan perlawanan tanpa kekerasan.

Tirto dengan sorot mata tajam, simbol keberanian menulis di masa kolonial. Keduanya berangkat dari Blora tanah yang sama, zaman yang berbeda.

Bagi Wartono, karya ini bukan sekadar pesanan seni. Ada rasa bangga yang sulit disembunyikan ketika mengetahui patung buatannya dibawa langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, ke puncak Hari Pers Nasional. (hul/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Arief Rohman #akar jati #samin surosentiko #HPN #blora #tirto adhi soerjo #bupati blora