Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Desa Menuju Kedaulatan Digital: Peluang Bisnis Bandwidth untuk KDMP

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 31 Desember 2025 | 10:42 WIB
WIFI: Internet wifi di desa.
WIFI: Internet wifi di desa.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan pokok hingga ke pelosok desa. Melalui forum diskusi Koperasi Merah Putih, terungkap sebuah peluang bisnis strategis di mana desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain infrastruktur digital melalui unit usaha bandwidth dan Wi-Fi voucher.

Sinergi PLN Icon Plus dan Koperasi Desa

PLN Icon Plus, sebagai sub-holding PLN yang bergerak di bidang solusi konektivitas digital, kini membuka pintu lebar bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk menjadi mitra penyedia internet.

Berbeda dengan ISP swasta pada umumnya, Icon Plus memiliki keunggulan akses infrastruktur melalui tiang-tiang beton PLN yang sudah menjangkau hampir seluruh pelosok desa.

Baca Juga: Panduan Update Fitur RAT SIMKOPDES: Persiapan KDMP Menuju 2026, Harapan untuk Ekonomi Desa

Dalam model kerja sama ini, Icon Plus berperan sebagai penyedia bandwidth besar (grosir), sementara koperasi desa berperan sebagai unit yang mengecerkan akses tersebut kepada masyarakat sekitar.

Model Bisnis Wi-Fi Merah Putih: Internet Murah Meriah

Salah satu konsep yang sedang dipilotkan adalah "Wi-Fi Merah Putih". Model ini menggunakan sistem voucher yang sangat terjangkau bagi kantong masyarakat desa:

Model ini dinilai lebih efektif dibandingkan paket data seluler konvensional karena sifatnya yang unlimited selama masa aktif voucher berlaku. Selain itu, sistem ini tidak mematikan ekonomi warga karena voucher bisa didistribusikan melalui warung-warung desa dengan sistem bagi hasil.

Baca Juga: Panduan Lengkap dan Update Terbaru Penerbitan NIB untuk KDMP Melalui OSS RBA

Aspek Legalitas dan Teknis

Banyak pengurus koperasi mengkhawatirkan risiko hukum terkait reselling bandwidth. Namun, pihak Icon Plus menegaskan bahwa kerja sama ini legal selama koperasi melengkapi syarat administratif, termasuk penambahan kode KBLI 6194 dalam dokumen OSS koperasi.

Dari sisi teknis, koperasi perlu menyiapkan SDM IT atau bermitra dengan tenaga ahli lokal untuk mengelola server dan jaringan distribusi kabel fiber optik dari titik pusat ke area-area publik desa.

Solusi Pembiayaan Lewat LPDB

Investasi infrastruktur digital di tingkat desa diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp100 juta untuk mencakup 50% wilayah pemukiman desa. Mengingat KDMP merupakan badan hukum baru, skema pendanaan diarahkan melalui LPDB-KUMKM.

Baca Juga: 12 KDMP di Bojonegoro Mulai Beroperasi: Pengurus Tak Mengerti Alur Kemitraan dan Operasional

Strateginya adalah menggandeng koperasi induk yang lebih senior sebagai penjamin atau investor utama, sehingga koperasi desa tidak terbebani modal awal yang besar di masa perintisan.

Manfaat Lebih dari Sekadar Bisnis

Selain potensi pendapatan (SHU) yang menjanjikan, kehadiran Wi-Fi Merah Putih juga bisa mendukung sistem Intranet Desa. Warga bisa mengakses website layanan administrasi desa secara gratis tanpa perlu membeli voucher internet global. Ini adalah langkah nyata menuju transformasi desa digital yang inklusif.

Kesimpulan

Bisnis bandwidth merupakan peluang "emas" bagi Koperasi Desa Merah Putih untuk mandiri secara ekonomi sekaligus mempercepat akses informasi di pedesaan. Dengan dukungan infrastruktur PLN Icon Plus dan skema pembiayaan LPDB, desa kini memiliki kesempatan besar untuk menjadi pemain utama dalam industri digital nasional. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Kedaulatan #Desa #KDMP #PLN Icon Plus #peluang bisnis #internet #KBLI #digital #wifi