Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

3 Tips Rahasia dan Panduan Lengkap Mengurus Data Agar Bansos KPM Cair Kembali

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 25 Desember 2025 | 00:54 WIB
SALURKAN BPNTD: Pemkab Bojonegoro melalui dinas sosial menyalurkan BPNTD Rp 200 ribu setiap bulan kepada 5.835 KPM. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
SALURKAN BPNTD: Pemkab Bojonegoro melalui dinas sosial menyalurkan BPNTD Rp 200 ribu setiap bulan kepada 5.835 KPM. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belakangan ini mengeluhkan bantuan sosial (Bansos) mereka yang tiba-tiba berhenti cair.

Hal ini seringkali disebabkan oleh sistem pemeringkatan kesejahteraan atau Desil yang diterapkan pemerintah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Jika Anda merasa kondisi ekonomi Anda layak menerima bantuan namun terhenti karena data desil yang tinggi, ada solusi dan prosedur resmi yang bisa ditempuh.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara menurunkan desil dan memutakhirkan data agar peluang mendapatkan bansos kembali terbuka.

Memahami Sistem Desil dalam Bansos

Pemerintah menggunakan sistem peringkat kesejahteraan (Desil) untuk menentukan prioritas penerima bantuan:

Baca Juga: Panduan Lengkap Cek Bansos PKH dan BPNT 2025: Cara Mudah Cek Nama Penerima Manfaat dan Daftar DTSEN Pakai HP

Jika Anda merasa berada di Desil 6-10 (atau Desil 5 namun merasa kondisi ekonomi sangat rendah) padahal kondisi di lapangan memprihatinkan, Anda dapat mengajukan pemutakhiran data melalui dua jalur berikut.

1. Jalur Formal (Melalui Perangkat Desa)

Jalur ini merupakan cara konvensional yang melibatkan struktur pemerintahan setempat. Berikut alurnya:

2. Jalur Partisipasi (Melalui Aplikasi Cek Bansos)

Di era digital, Kementerian Sosial menyediakan Aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Play Store atau App Store. Proses pendaftarannya kini dikabarkan lebih mudah dan cepat dibanding sebelumnya.

Fitur Utama Aplikasi:

Baca Juga: Kejutan Akhir Tahun! Cek Bansos PKH, BPNT, hingga BLT Kesra Cair Serentak di Berbagai Daerah

3. Proses Verifikasi dan Tantangan (Kenapa Tidak Instan?)

Penting untuk dipahami bahwa pengajuan penurunan desil tidak instan. Proses ini memakan waktu 3 hingga 6 bulan, bahkan bisa sampai satu tahun. Mengapa?

1. Verifikasi Berlapis: Data usulan (baik dari aplikasi maupun desa) akan masuk ke akun SIKS-NG pendamping. Pendamping wajib melakukan survei ulang ke rumah Anda.

2. Musyawarah Ulang: Hasil survei harus disetujui kembali melalui Musyawarah Desa/Kelurahan.

Baca Juga: Banjir Pencairan! Cek Bansos BPNT Tahap 4 Resmi Cair Serentak di BRI, Mandiri, dan BNI

3. Sinkronisasi BPS: Data yang masuk akan diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disinkronkan dengan NIK.

Kesimpulan

Bagi Anda yang merasa bansosnya tidak cair karena masalah data desil, jangan berkecil hati. Anda memiliki hak untuk memperbaiki data tersebut melalui jalur formal desa atau jalur mandiri via Aplikasi Cek Bansos.

Namun, pastikan kondisi ekonomi Anda memang sesuai dengan kriteria penerima bantuan, karena sistem verifikasi saat ini sangat ketat dan terintegrasi dengan data aset nasional.

Baca Juga: Strategi Jitu Raih Bansos PKH dan BPNT 2026: Pahami Aturan Desil dan Cara Daftarnya!

Bersabarlah mengikuti prosesnya karena birokrasi ini membutuhkan waktu untuk memastikan bantuan tepat sasaran. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Pendamping #pkh #kpm #cek bansos #Desil #kks #bpnt #kemensos #BLT Kesra