RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nampaknya masyarakat Indonesia, terutama Jawa Timur harus makin sering menghadapi fenomena cuaca buruk dan cuaca ekstrem sepanjang akhir tahun. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa bibit siklon 93S yang berada di dekat Indonesia saat ini telah terbentuk menjadi siklon tropis.
Pada Selasa pagi (23/10) BMKG melaporkan bahwa bibit siklon 93S telah bergerak menjauh dari perairan Jawa Timur, dan saat ini berada pada jarak 1.000 km dari Lampung. Namun, bibit siklon tersebut telah berkembang menjadi Siklon Tropis Grant.
“Lebih lanjut, dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Grant diperkirakan menguat intensitasnya menjadi kategori 2 dengan angin maksimum mencapai 50 knot (95 km/jam) sembari terus bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi kepulauan Indonesia,” bunyi rilis resmi BMKG.
Menurut pantauan satelit BMKG, saat ini Siklon Tropis Grant bakal bergerak semakin jauh dari Indonesia, sehingga tidak akan secara langsung memengaruhi cuaca di tanah air. Meskipun demikian, siklon banyak memengaruhi gelombang permukaan air laut, terutama di pesisir selatan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, sehingga masyarakat yang tinggal di pinggiran pulau dituntut tetap waspada.
“Aktivitas siklonik ini memicu potensi peningkatan tinggi gelombang dalam kategori sedang (1,25–2,5 meter) di sejumlah perairan Indonesia. Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai adalah perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Pulau Jawa, serta Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa,” lanjut rilis tersebut.
Sehingga sama dengan saat bibit siklon 93S berada di dekat perairan Pulau Jawa, sikon tripis Grant lebih berdampak pada pembentukan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa dan Sumatra. Namun, saat ini angin monsun Asia juga sedang melewati Indonesia, sehingga menguatkan potensi hujan tersebut, disertai dengan menguatnya angin kencang di berbagai wilayah.
“Secara umum, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Jawa Timur, Maluku, dan Nusa Tenggara Timu pada periode 23 hingga 25 Desember,” tambah himbauan dari BMKG.
Kabupaten Lamongan sendiri telah merasakan dampak angin kencang pada Senin (22/12), yang mengakibatkan kegiatan di pusat kota sempat terganggu pada sore hari. Menurut catatan Jawa Pos Radar Lamongan, beberapa pohon tumbang dilaporkan terjadi di wilayah Kota Lamongan dan Babat. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana