Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bojonegoro Mendapat Keistimewaan Tuan Rumah KI Awards Jatim 2025, Penganugerahan Berlangsung Malam Ini

Dhani Wahyu Alfiansyah • Sabtu, 29 November 2025 | 14:45 WIB
KETERBUKAAN INFORMASI: Komisioner Komisi Informasi Jawa Timur saat podcast di studio Radar Bojonegoro membahas persiapan KI Awards 2025 kemarin (28/11).
KETERBUKAAN INFORMASI: Komisioner Komisi Informasi Jawa Timur saat podcast di studio Radar Bojonegoro membahas persiapan KI Awards 2025 kemarin (28/11).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persiapan Komisi Informasi Awards Jawa Timur 2025 terus dimatangkan. Dalam podcast bersama Radar Bojonegoro Jumat (28/11), Komisi Informasi (KI) Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kabupaten Bojonegoro.

Ketua Bidang Kelembagaan KI Jawa Timur M. Sholahuddin mengungkapkan, pelaksanaan KI Awards tahun ini memiliki sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak digelar satu dekade terakhir, penyelenggaraan dipindah dari Surabaya ke daerah. Tepatnya Kabupaten Bojonegoro.

“Sejak awal KI digelar (2015) selalu di Surabaya, baru tahun 2025 ini digelar di luar,” ujar Sholahuddin.

Dia menjelaskan, keputusan tersebut diambil melalui kesepakatan jajaran komisioner KI Jatim. Setelah melalui proses penilaian, Bojonegoro akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah.

“Komisioner KI sepakat menggelar di luar Surabaya, dan setelah mempertimbangkan banyak hal dipilih Bojonegoro,” lanjutnya.

Menurut dia, Bojonegoro dinilai memenuhi sejumlah indikator penting, baik dari sisi kesiapan daerah, komitmen terhadap keterbukaan informasi, maupun partisipasi badan publik di tingkat lokal.

“Menurut hemat kami, (Bojonegoro) memiliki indikator yang layak untuk ditetapkan sebagai tuan rumah,” benernya.

Sholahuddin menegaskan bahwa esensi KI Awards bukan hanya seremoni, tetapi dorongan agar budaya transparansi menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan di Jatim. “Mau tidak mau, suka tidak suka, keterbukaan ini sudah harus menjadi budaya, bukan lagi soal kewajiban hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi KI Jawa Timur Yunus Mansur Yasin dalam podcast yang sama menjelaskan bahwa momentum penyelenggaraan di Bojonegoro juga dibarengi peningkatan capaian keterbukaan informasi badan publik. “Sejak tahun 2024 sampai 2025, ada peningkatan badan publik yang informatif,” ujarnya. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #radar bojonegoro #surabaya #komisi informasi award #bojonegoro #KI Jawa Timur #komisi informasi #keterbukaan informasi #KI Award