RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang peringatan Hari Pahlawan 2025 pada Senin (10/11), Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengingatkan masyarakat untuk menghormati jasa pahlawan Indonesia. Pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut mengajak masyarakat agar meluangkan waktu sejenak untuk mengheningkan cipta.
Detilnya, Gus Ipul mengajak masyarakat mengheningkan cipta secara serentak pada Senin pukul 08.15 WIB, dimanapun mereka berada meskipun masyarakat tidak ikut upacara atau apel peringatan Hari Pahlawan. Waktu mengheningkan cipta cukup satu menit.
"Senin pada pukul 08.15 di seluruh Indonesia serentak mengadakan hening cipta selama 60 detik. Jadi di manapun berada, mari berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta. Kalau bisa dilakukan tepat waktu, ini akan berdampak secara nasional,” ujar Gus Ipul pada Sabtu (8/11) sebagaimana dikutip dari laman resmi kementerian.
Kurang lebih bila dianalogikan, tradisi ini mirip dengan tradisi peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia saat ini. Sebagai pengingat kembali, pada pukul 10.00 WIB setiap 17 Agustus, masyarakat diwajibkan berhenti beraktivitas sejenak dan berdiri untuk mendengarkan pidato proklamasi kemerdekaan, serta menyanyikan lagu kebangsaan.
Upacara peringatan Hari Pahlawan di tingkat nasional nantinya digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata pada 08.00 WIB. Upacara tersebut juga berfungsi sebagai kesempatan ziarah dalam makam pahlawan tersebut.
“Kita berdoa dan mengenang para pahlawan, para syuhada, yang telah berjuang dengan ikhlas dan mewariskan negara yang luar biasa, Negara Indonesia,” tambah Gus Ipul.
Selain ziarah nasional, di saat bersamaan juga akan dilaksanakan tabur bunga di Perairan Teluk Jakarta. Akhirnya, usai upacara dan ziarah dilaksanakan, Kemensos mengumumkan tokoh-tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, dengan total 40 nominasi tahun ini.
Untuk masyarakat sendiri, selain mengheningkan cipta, sesuai Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan, masyarakat juga dihimbau untuk mengibarkan bendera satu tiang penuh sebagaimana kebanaykan peringatan nasional lainnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana