RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi banyak orang tua, ketika anak menginjak usia tiga tahun, sebuah fase baru yang penuh tantangan unik sering kali datang menyambut.
Fase ini, yang merupakan kelanjutan dari "Terrible Two", dikenal dengan istilah Threenager, gabungan dari kata three (tiga) dan teenager (remaja).
Meskipun baru berusia tiga tahun, perilaku anak pada fase ini terkadang membuat orang tua merasa seolah sedang berhadapan dengan remaja kecil.
Sikap menentang, ingin serba mandiri, dan ledakan emosi menjadi pemandangan sehari-hari yang menguji kesabaran.
Namun, penting untuk dipahami bahwa ini adalah bagian normal dan esensial dari tumbuh kembang si Kecil.
Apa Itu Threenager?
Threenager adalah istilah yang menggambarkan periode perkembangan anak usia 3 tahun yang mulai menunjukkan perilaku dan sikap yang mirip dengan remaja.
Pada usia ini, anak mengalami lompatan signifikan dalam perkembangan kognitif, emosional, dan kemampuan komunikasi.
Mereka mulai sadar akan dunia di sekitar dan ingin menegaskan identitas serta kemandiriannya.
Namun, karena kemampuan mengelola emosi dan keterampilan verbal mereka belum matang sepenuhnya, keinginan kuat ini sering kali berujung pada frustrasi dan tantrum.
Ciri-Ciri Anak Memasuki Fase Threenager
Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa si Kecil sedang berada di fase threenager antara lain:
1. Keinginan Kuat untuk Mandiri
Mereka ingin melakukan semuanya sendiri, mulai dari memakai baju (meskipun terbalik), menuang susu, hingga memilih menu makanan.
Mereka akan menolak bantuan orang tua, yang seringkali menyebabkan frustrasi ketika mereka tidak berhasil melakukannya.
2. Emosi yang Cepat Berubah dan Sulit Dikendalikan
Anak pada fase ini sering menunjukkan emosi yang meledak-ledak dan tantrum karena hal-hal sepele.
Mereka belum mampu mengendalikan atau memahami perasaan mereka sendiri, sehingga luapan emosi seperti menangis kencang, marah, atau merengek menjadi cara utama mereka mengekspresikan ketidaknyamanan.
3. Sering Menentang atau Menolak Aturan
Anak mulai menguji batasan dan menantang otoritas orang tua. Mereka sering mengatakan "Tidak" atau menolak perintah, bahkan untuk hal-hal yang biasanya mereka sukai, sebagai upaya untuk memegang kendali atas kehidupannya sendiri.
4. Rasa Penasaran yang Meningkat
Fase threenager juga ditandai dengan munculnya rentetan pertanyaan "Kenapa?" yang tiada henti. Ini adalah tanda bahwa anak mulai bereksplorasi dan mencoba memahami setiap aspek di sekitarnya.
5. Mulai Mengembangkan Selera Pribadi
Mereka mulai memiliki selera tertentu, misalnya bersikeras mengenakan baju dengan warna atau gambar tertentu, bahkan mulai memperhatikan penampilan mereka.
Cara Bijak Menghadapi Threenager
Menghadapi "remaja kecil" ini memang membutuhkan kesabaran ekstra. Berikut adalah beberapa tips parenting yang dapat membantu Anda:
1. Validasi Emosi Anak
Jangan mengabaikan atau meremehkan perasaan anak. Akui dan beri nama emosi yang mereka rasakan.
Contoh: "Mama tahu kamu marah karena tidak bisa memakai sepatu itu sendiri. Wajar kok kalau kamu marah." Validasi membantu mereka belajar memahami dan mengelola perasaannya.
2. Berikan Pilihan Terbatas
Alih-alih memberikan perintah langsung yang memicu penolakan, berikan pilihan terbatas. Ini memberi anak ilusi kendali dan kemandirian. Contoh: "Kamu mau pakai kemeja merah atau biru hari ini?" atau "Kita akan membereskan mainan sekarang atau setelah Mama selesai mencuci piring?"
3. Tetapkan Batasan yang Jelas dan Konsisten
Anak threenager sedang menguji batasan, jadi sangat penting untuk konsisten dengan aturan yang sudah ditetapkan. Jika Anda mengatakan "tidak" untuk sesuatu, pertahankanlah. Inkonsistensi justru akan memperpanjang fase pengujian batasan ini.
4. Ajari Kosakata Emosi
Bantu anak untuk belajar mengungkapkan keinginan dan perasaannya dengan kata-kata, bukan dengan tangisan atau amukan. Contoh: "Coba katakan, 'Aku sedih' atau 'Aku mau es krim' alih-alih menangis."
5. Berikan Pujian dan Penghargaan
Fokus pada perilaku positif dan berikan pujian ketika anak berhasil menunjukkan kemandirian dengan baik atau mengendalikan emosinya. Hal ini akan memperkuat perilaku yang diinginkan.
Kapan Fase Ini Berakhir?
Fase threenager umumnya mulai mereda saat anak berusia 4-5 tahun, seiring dengan peningkatan kemampuan mengontrol diri, pemecahan masalah, dan keterampilan sosial-emosional mereka.
Ingatlah bahwa fase threenager adalah jembatan penting dalam perkembangan anak menuju kematangan emosi.
Dengan kesabaran dan strategi yang tepat, Anda dapat membantu si Kecil melewati fase ini dengan aman dan menjadikannya individu yang lebih mandiri dan memiliki kecerdasan emosional yang baik. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko