RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Politikus dari berbagai lapisan pemerintahan juga ikut angkat bicara mengenai tren pengibaran bendera jolly roger, alias tengkorak bajak laut dari serial anime One Piece oleh berbagai netizen Indonesia. Tanggapan mereka beragam, mulai dari santai hingga waspada.
Sebagai pengingat kembali, jelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, media sosial dipenuhi dengan tren pengibaran bendera jolly roger milik kelompok Topi Jerami tersebut di samping bendera merah putih, atau bahkan menggantikan bendera Indonesia oleh netizen.
Pengibaran bendera jolly roger tersebut dipandang sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah, serta simbol perjuangan rakyat kecil. Sejalan dengan kisah kru Topi Jerami di One Piece, yang kejar-kejaran dengan angkatan laut pemerintah dunia yang semena-mena.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Hariyadi mengaku tidak ambil pusing terhadap tren tersebut. Menurut wanita yang lebih akrab disapa Titiek Soeharto tersebut tren tersebut hanya masalah kecil.
“Itu masalah ecek-ecek lah, enggak usah ditanggapin. Masih banyak yang harus kita kerjakan, untuk membangun negeri ini, bagaimana rakyat yang masih miskin bisa kita angkat menjadi hidup sejahtera," ujarnya kepada awak media nasional pada Jumat (1/8).
Namun Titiek juga menyarankan jika memang sebuah kritik, seharusnya diperkuat lagi. "Ya disuarakan saja, biar pemerintah dengar. Makin banyak disuarakan, mungkin sampai ke telinganya Bapak Presiden,” lanjutnya.
Sebaliknya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad memiliki tanggapan lebih keras terhadap tren tersebut. Dasco bahkan menganggap pengibaran bendera jolly roger sebagai bentuk sistematis upaya perpecahan bangsa.
"Ya, itu ada gerakan sistematis untuk memecah belah kesatuan bangsa. Kami mendeteksi dan mendapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan memang ada upaya memecah belah persatuan dan kesatuan," ungkapnya pada Kamis (31/7).
Dengan anggapan tersebut, Dasco meminta masyarakat untuk menekan tren tersebut. "Imbauan saya kepada seluruh anak bangsa, mari bersatu, melawan hal-hal seperti itu," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Sementara itu Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Willy Aditya memaklumi adanya tren tersebut. Namun anggapan dia kritik yang ingin dilontarkan salah alamat, karena turut menyeret negara juga.
“Ini adalah ekspresi politik yang sayangnya salah alamat. Gugatan terhadap pemerintah jangan sampai mengurangi patriotisme atau rasa cinta Tanah Air,” ujar Willy pada Sabtu (2/8).
Willy memahami bahwa objek kritik adalah pemerintah negara, namun dia juga mengamati negara sendiri juga diikutkan sebagai objek kritik. Sehingga menurut Willy, masih banyak masyarakat yang belum dapat memilah antara negara dan pemerintah.
Sebaliknya, Ketua Komisi XIII DPR RI tersebut juga tidak keberatan jika bendera jolly roger dikibarkan, karena bukan termasuk bentuk pelecehan negara. Terlebih bendera tersebut milik organisasi fiksi, sehingga tidak termasuk bendera milik ideologi atau organisasi terlarang.
“Selama tidak melecehkan Merah Putih, misalnya menempelkan simbol One Piece di atasnya, maka itu bukan pelanggaran serius. Saya lihat juga posisinya di bawah Merah Putih,” jelas Willy. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana