RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah dua dekade tertidur dalam kondisi koma, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Dilansir Saudi Gazette, Putra dari keluarga kerajaan Arab Saudi ini menghembuskan nyawa pada Sabtu (19/7), menutup perjalanan panjang hidupnya yang penuh simpati dan doa dari berbagai penjuru dunia.
Kabar duka ini juga dikonfirmasi langsung oleh sejumlah media dan kerabat dekat keluarga kerajaan. Al-Waleed dijuluki sebagai "Sleeping Prince" karena kondisinya yang tak sadarkan diri selama lebih dari 20 tahun setelah mengalami kecelakaan mobil tragis saat berusia 18 tahun di London.
Meski secara medis dinyatakan dalam kondisi koma vegetatif, keluarga kerajaan tak pernah menyerah. Sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal Al-Saud, selama ini dikenal gigih menolak keputusan untuk mencabut alat bantu kehidupan. Ia berpegang pada harapan bahwa suatu saat, keajaiban akan datang.
Harapan yang Tak Pernah Padam
Selama 20 tahun, kamar perawatan Al-Waleed dipenuhi peralatan medis dan doa-doa. Beberapa tahun terakhir, rekaman video yang memperlihatkan Pangeran Al-Waleed sesekali menggerakkan jari atau membuka mata sempat viral, memicu harapan dari banyak orang bahwa ia akan pulih. Namun, kondisi tersebut tak pernah berkembang signifikan.
Masyarakat Arab Saudi dan dunia Timur Tengah pun tumbuh mengenal sosoknya sebagai simbol kesabaran, harapan, dan perjuangan keluarga. Ribuan ucapan duka dan doa membanjiri media sosial setelah kabar kematiannya tersebar.
Dimakamkan di Riyadh
Pangeran Al-Waleed dimakamkan di Riyadh pada Sabtu malam waktu setempat. Upacara pemakaman digelar secara khidmat, dihadiri oleh anggota kerajaan, tokoh-tokoh penting, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kisah hidupnya.
Kepergian Al-Waleed menandai akhir dari kisah panjang yang mengharukan. Ia mungkin tidak pernah bangun dari tidurnya, namun kisahnya telah membangunkan kesadaran banyak orang tentang cinta keluarga, keajaiban harapan, dan nilai kehidupan. (kam)
Editor : Hakam Alghivari