Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Berapa Harga Robot Humanoid dan Anjing Robotik Milik Polri?

M. Nurkhozim • Sabtu, 5 Juli 2025 | 22:34 WIB
ANJING ROBOTIK MILIK POLRI
ANJING ROBOTIK MILIK POLRI

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM- Dalam perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-79, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memukau publik dengan pameran teknologi mutakhir: robot humanoid dan anjing robotik atau robodog.

Kehadiran robot-robot ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan cerminan komitmen Polri dalam mengadopsi inovasi untuk memperkuat pelayanan dan keamanan masyarakat di masa depan. Mari kita telaah lebih jauh mengenai harga dan fungsi spesifik dari teknologi canggih ini.

Robot humanoid yang diperkenalkan oleh Polri dalam upacara HUT Bhayangkara 1 Juli 2025 adalah model Unitree G1. Robot ini dirancang menyerupai bentuk manusia, yang membuatnya ideal untuk interaksi dan kegiatan publik.

Menurut berbagai sumber, harga satu unit robot humanoid Unitree G1 dibanderol sekitar USD 16.000 atau setara dengan Rp258 juta hingga Rp259,8 juta (kurs sekitar Rp16.200 per USD). Harga ini menunjukkan bahwa investasi Polri dalam teknologi ini cukup signifikan, dengan estimasi anggaran miliaran rupiah jika ditotal untuk beberapa unit.

Meskipun terlihat canggih, Polri menyatakan bahwa fungsi utama robot humanoid saat ini berfokus pada interaksi publik dan edukasi. Peran spesifiknya antara lain:

Interaksi dan Edukasi Publik: Robot humanoid dapat digunakan dalam acara-acara publik, pameran, atau kampanye kesadaran untuk menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak, dan memberikan informasi edukatif seputar tugas kepolisian atau keselamatan. Mereka dapat melakukan gerakan-gerakan interaktif seperti hormat atau menari, menciptakan pengalaman yang menarik.

Pemantauan dan Pengenalan Wajah: Robot ini berpotensi untuk menjalankan patroli cerdas dengan teknologi pengenalan wajah guna mendeteksi pelaku kejahatan atau orang yang dicari.

Pengawasan di Lokasi Berbahaya: Dalam skenario masa depan, mereka bisa difungsikan untuk pengawasan di lokasi-lokasi yang berisiko tinggi bagi manusia, seperti area bencana atau tempat kejadian perkara yang berbahaya.

Pendeteksi Bahan Berbahaya: Kemungkinan pengembangan lebih lanjut mencakup kemampuan untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti bom, narkotika, atau zat kimia beracun, meskipun ini memerlukan integrasi sensor khusus.

Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo, Inspektur Pengawasan Umum Polri, menjelaskan bahwa saat ini robot-robot ini masih dalam tahap demonstrasi dan sosialisasi hingga tahun 2026 mendatang.

Selain robot humanoid, Polri juga memamerkan anjing robotik, salah satunya adalah model Unitree Go2 dan ada juga informasi tentang pengembangan Robot K9. Anjing robotik ini didesain untuk bergerak lincah di berbagai medan, meniru kemampuan anjing pelacak tradisional namun dengan keunggulan teknologi.

Unitree Go2: Model ini diperkirakan seharga USD 2.800 atau sekitar Rp45,4 juta. Ada juga varian Go1 Air dengan harga sekitar USD 2.700 (Rp43,5 juta) dan Go1 Pro seharga USD 3.500 (Rp56,5 juta).

Robot K9 Polri: Terdapat informasi bahwa satu unit robot anjing K9 yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ditaksir mencapai harga yang jauh lebih tinggi, yaitu sekitar USD 260.000 atau setara dengan Rp3 miliar hingga Rp4,21 miliar. Perbedaan harga yang sangat signifikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh tingkat kustomisasi, sensor, dan kemampuan AI yang lebih canggih pada robot K9 yang dikembangkan secara spesifik untuk kebutuhan kepolisian.

Anjing robotik memiliki fungsi yang lebih praktis dan taktikal di lapangan, mirip dengan unit K9 (anjing pelacak) yang selama ini digunakan:

Pemantauan dan Patroli Taktis: Dengan pusat gravitasi rendah dan stabilitas tinggi, robodog ideal untuk patroli di area kompleks atau medan tidak rata. Mereka dapat digunakan untuk pemindaian cepat di lokasi kejadian atau area yang luas.

Deteksi Bahaya dan Bahan Peledak: Salah satu fungsi krusialnya adalah untuk mendeteksi zat berbahaya atau bahan peledak. Robot ini dapat dilengkapi dengan sensor khusus untuk mengidentifikasi ancaman, mengirimkan sinyal ke pengendali, dan mengurangi risiko paparan bahaya bagi petugas manusia.

Pengurangan Risiko Petugas: Seperti yang disampaikan Polri, penggunaan robot ini bertujuan untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi guna mengurangi paparan bahaya terhadap petugas manusia, sekaligus meningkatkan akurasi operasi. Ini sangat relevan untuk misi penjinakan bom atau penanganan situasi berbahaya lainnya.

Pencarian dan Penyelamatan (SAR): Anjing robotik dapat digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana alam atau reruntuhan yang sulit dijangkau manusia.

Meskipun masih dalam tahap sosialisasi dan pengembangan, kehadiran robot humanoid dan anjing robotik ini menunjukkan keseriusan Polri dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan untuk masa depan keamanan dan pelayanan publik di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan yang paling penting, meminimalisir risiko bagi petugas di lapangan. (Ainur Ochiem)

Sumber : Diolah dari berbagai sumber.

Editor : M. Nurkhozim
#polri #humanoid #HUT Bahayangkara #robotik