BLORA, Radar Bojonegoro - Harga sapi anjlok saat merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Blora. Rerata harga sapi turun sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per ekor. Peternak berharap pemkab segera melakukan tindakan agar harga kembali normal.
Tekad salah satu peternak sapi asal Desa Palon, Kecamatan Jepon mengungkapkan, meski sapi-sapinya tidak terjangkit PMK. Harga sapinya ikut terdampak, turun kisaran 20 hingga 25 persen dari harga normal, atau Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.
’’Kalau sebelumnya harga Rp 15 juta, harga sekarang paling kisaran Rp 11 juta sampai Rp 12 juta per ekor,” ungkapnya. Tekad menjelaskan, tahun lalu sapi-sapi di kandangnya telah mendapatkan vaksin PMK. Sehingga, kemungkinan besar tidak terjangkit.
Meski begitu, kembali merebaknya PMK di Blora tentu meresahkan para peternak sapi yang lainnya. ’’Jelas terdampak, kalau sapi di sini aman. Karena sudah tervaksin,” ungkapnya. Ia berharap, segera ada tindakan penanganan yang serius terkait maraknya PMK.
Agar sapi-sapi peternak bisa terhindar kematian. Intervensi yang tepat menurutnya bisa memulihkan harga sapi seperti harga normal. ’’Kalau kondisi secara umum sudah aman dari PMK otomatis harga sapi akan segera pulih,” katanya.
Menurutnya, selain vaksinasi dan menjaga kandang agar tetap bersih. Pembatasan distribusi sapi dari luar daerah ke Blora juga penting untuk menekan laju penularan. ’’Selain peternak harus waspada, juga tidak memasukkan sapi dari luar daerah,” ungkapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Rasmiyana mengungkapkan, pihaknya telah membatasi sapi-sapi dari luar daerah masuk ke Blora.
Hal itu sebagai upaya pemkab untuk menekan laju penyebaran PMK. Selain itu, pihaknya mengajak agar peternak untuk saling menjaga. Apabila ada ternak yang terjangkit, segera lapor kepada petugas.
’’PMK ini bisa terasi dengan saling bekerjsama, antar peternak juga penting. Sapi yang terjangkit dikarantina selama dua minggu. Dipisahkan dahulu,” terang dia. Pihaknya memahami jika peternak merasa resah, Rasmiyana juga mengimbau agar peternak tidak menjual sapi selama PMK merebak.
Karena harga sapi tentu turun. ’’Jangan dijual dahulu, karena harga pasti turun,” tambahnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana