RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Autonomous Rail Transit (ART) atau Kereta Tanpa Rel mulai diuji coba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 10 Agustus.
ART adalah sistem transportasi massal yang beroperasi secara otomatis tanpa rel. Kendaraan ini digerakkan oleh tenaga listrik dan berjalan di atas jalur khusus yang telah ditentukan. ART memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan moda transportasi konvensional, seperti kapasitas angkut yang besar, fleksibilitas rute dan tingkat keamanan yang tinggi.
Menteri Perhubungan (Memhub) Budi Karya Sumadi mengatakan rolling stock kereta ART saat ini sudah tersedia di Kota Balikpapan. Rencananya, uji coba dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir untuk menyaksikan langsung uji coba kereta ART tersebut. Kehadiran Presiden diharapkan dapat memberikan dorongan semangat bagi implementasi teknologi transportasi baru di Indonesia.
Adapun kereta tanpa rel ini akan beroperasi dengan kecepatan 40 kilometer (km) per jam. Ia menjelaskan, satu rangkaian kereta (trainset) terdiri atas tiga gerbong (cars) yakni gerbong depan, tengah, dan gerbong belakang dengan kapasitas angkutnya maksimal 302 penumpang. Kereta tanpa rel ini akan beroperasi di Jalan Sumbu Kebangsaan di IKN. Dimulai dari pusat Sumbu Kebangsaan kemudian berputar ke Sumbu Timur dan Barat sesuai arah jarum jam.
Kementerian PUPR akan segera membangun halte untuk menunjang operasional kereta otonom tanpa rel.
“Halte yang akan dibangun ini tak hanya berguna sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, tapi juga akan berfungsi sebagai tempat melakukan charging,” ujarnya.
Dengan hadirnya kereta tanpa rel (ART), diharapkan dapat memberikan solusi transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan dan nyaman bagi masyarakat. Tidak hanya mengurangi kemancetan, tetapi juga meningkatkan mobilitas serta aksesibilitas di IKN.
Harapannya, implementasi teknologi ART ini dapat menjadi contoh sukses bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengadopsi sistem transportasi modern. Dengan ini, Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing dalam hal inovasi transportasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui infrastruktur yang lebih baik. (fdl/bgs)
Editor : Hakam Alghivari