Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin diunggulkan untuk dapat memenangkan suara di Jawa Timur (Jatim). Keterpilihan kuat Prabowo-Gibran dinilai imbas elektoral dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau kita flashback ke Pilpres 2019, (keunggulan Prabowo-Gibran) karena Prabowo dan Jokowi pernah bertaruh habis-habisan di Jatim," kata Direktur Eksekutif Partner Politik Indonesia AB Solissa.
Dia menuturkan keunggulan Prabowo di Jatim merupakan hasil dari pertarungannya di Pilpres 2019 bersama Presiden Joko Widodo. Sehingga, Prabowo sudah memiliki modal suara di Jatim sejak 5 tahun yang lalu.
Selain itu, bersatunya Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2024 menjadikannya semakin kuat. Ia melihat adanya persatuan dua kekuatan besar pada Pilpres 2019 yang bergabung di pertarungan tahun depan.
Sehingga, kekuatan Prabowo dan Jokowi disatukan menjadi mesin politik yang sulit dikalahkan. Solissa menilai wajar jika Prabowo dan Gibran menjadi kandidat terkuat baik secara nasional ataupun di wilayah-wilayah besar seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Menurut saya unggul Prabowo-Gibran di Jatim di Pilpres 2024 adalah bertemunya dua kekuatan besar dalam satu kolam koalisi yang pernah berseteru di dua kali pilpres sebelumnya," pungkasnya.
Diketahui, dalam survei Indikator Politik Indonesia (IPI) periode 23-24 Desember 2023, Prabowo-Gibran mendapat elektabilitas tertinggi di Jatim. Keduanya mendapat elektabilitas sebesar 47,1 persen di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Sedangkan, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 29,5 persen. Kemudian, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapat dukungan terendah dengan elektabilitas sebesar 16 persen. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana