Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Terdaftar 1.295 Seniman Tradisional dan Modern

Khorij Zaenal Asrori • Rabu, 22 Desember 2021 | 22:09 WIB
Terdaftar 1.295 Seniman Tradisional dan Modern
Terdaftar 1.295 Seniman Tradisional dan Modern

Setelah era emas Koes Plus, Tuban terus melahirkan generasi seniman baru yang tak kalah berkualitas. Bisa dibilang, Tuban saat ini menjadi gudangnya seniman di Jawa Timur. Sejak satu dekade terakhir, sebanyak 1.295 seniman sudah terdaftar dan memiliki nomor induk kesenian di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora). 


UNTUK ukuran kabupaten sekecil Tuban, jumlah 1.295 se niman itu sangat banyak. Angka itu baru yang terdaftar di atas kertas. Belum lagi para pelaku seni yang berbasis komunitas anak muda yang selama ini sudah ramai mengisi berbagai panggung. Jumlahnya bisa lebih banyak. Mereka semua kompak mendedikasikan diri sebagai seniman. Sebagian kecil menjadi pelaku seni hanya karena hobi. Kasi Pelestarian dan Pengembangan Budaya Disparbudpora Tuban Eko Hardoyo menjelas kan, sebanyak 1.295 seniman yang terdaftar memiliki nomor induk kesenian itu terdiri dari kelompok dan individu. Baik seni tradisi dan nontradisi. Jum lah seniman yang terdata tersebut, menurut Eko, sangat banyak jika dibanding dengan kota-kota tetangga. ‘’Bisa dibilang Tuban ini gudangnya para pelaku seni karena jumlahnya sangat banyak,’’ tuturnya. 


Eko mengatakan tidak hanya pelaku seni tradisional, beberapa pelaku seni modern juga mendaftarkan diri untuk nomor induk kesenian di Dispar bud pora. Pejabat kelahiran Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan ini mengatakan beberapa pe laku seni modern yang men daftar seperti musisi, dancer, dan seni pertunjukan. ‘’Pelaku seni mo dern yang mendaf tar nomor induk kesenian sudah ada, meski belum banyak,’’ ujar dia. Pemilik sanggar kesenian Ngripto Raras ini mengatakan, Tuban terus melahirkan generasi seniman yang tak terputus. Salah satu faktornya adalah pasar pelaku seni di Tuban sa ngat menjanjikan. Dia menga takan, untuk sekali manggung, upah para pelaku seni di Tuban jauh lebih mahal jika dibanding kota tetangga. ‘’Pasar pelaku seni di Tuban ini sangat menjanjikan dan apresiasi penonton sangat ting gi, sehingga terus melahirkan seniman-seniman baru yang kompetitif,’’ ungkap dia. 


Dia mencontohkan, untuk ke senian langen tayub, kelompok kesenian dari Tuban lebih dikenal berkualitas. Sehingga banyak yang menjadikan seni langen tayub Tuban ini sebagai salah satu kiblat kesenian musik tradisional di kota-kota sekitar Jawa Timur. Hal inilah yang membuat upah sewa jasa seniman melambung tinggi. Bahkan harganya bisa dua kali lipat jika dibanding grup kese nian dari kota lain. ‘’Saya survei sendiri terkait upah itu,’’ kata dia. Pasar yang dinilai menjanjikan inilah, kata Eko, yang membuat para generasi muda Bumi Ronggolawe tak enggan untuk menekuni dunia seni secara totalitas. Banyak generasi mile nial yang memutuskan untuk jadi pelaku seni profesional dengan kuliah di jurusan kese nian di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, dan kampus kesenian nasional lainnya. 


Eko mengatakan selama ini seniman Tuban banyak yang bisa hidup dari karyanya. Me reka men jual jasa dengan tampil di acara adat atau ha jatan masyarakat. Meski belum memiliki ge dung pertunjukan sendiri, banyak seniman yang hidup dengan mengisi pang gung tersebut. Tak sedikit yang juga jadi langganan manggung di luar kota. ‘’Seniman di Tuban ada di semua generasi, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga sesepuh,’’ kata dia. 

Editor : Khorij Zaenal Asrori
#seniman