MENDAKI gunung bagi Ayu Wulandari, 23, tidak sekadar hobi. Melainkan sarana untuk mencari jati diri. Bagi Ayu, karakter seseorang bisa dilihat saat dia mendaki gunung. Begitu pula karakter diri sendiri akan muncul saat dia dalam proses pendakian. Sebab, akan banyak halangan dan tantangan selama proses pendakian. Mahasiswi Universitas Sunan Bonang (USB) Tuban ini mengatakan saat mendaki gunung, akan ada banyak tantangan. Seperti kelelahan dan kedinginan. Saat itupula sifat asli seseorang akan muncul. Apakah dia akan egois memikirkan diri sendiri atau memiliki empati dengan membantu teman sesama tim pendakian. ‘’Sifat orang akan muncul secara alamiah saat mendaki gunung,’’ ujarnya.
Lulusan SMPN 4 Tuban ini mengatakan beberapa gunung yang sudah dia daki antara lain Arjuno, Lawu, Sumbing, Penanggungan, Prau, Pundak, Bhutak, dan Puthuk Gragal. Ayu mengaku mendaki gunung bisa menjadi candu bagi mereka yang bisa menikmati keindahan ciptaan Tuhan. ‘’Awalnya mengenal pendakian gunung saat diklat Mapala (ma hasiswa pecinta alam), ter nyata keterusan sampai sekarang,’’ kata dia. Cewek yang tinggal di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak ini mengatakan ada sejuta pengalaman saat mendaki gunung. Tiap gunung se lalu meninggalkan kenangan yang tak bisa dilupakan. Mulai pengalaman mistis, menegang kan, dan mencekam pernah dia rasakan. ‘’Pernah merasakan pengalaman hampir jatuh ke jurang saat di Penanggungan, hampir hipotermia di Bhutak, dan me rasakan keindahan alam luar biasa saat di Sumbing,’’ kenang dia.
Editor : Khorij Zaenal Asrori