Radar Lamongan – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lamongan kehabisan stok solar. Salah satunya, SPBU pinggir jalan nasional di Kecamatan Deket. Tulisan solar habis dipasang di dekat tempat pengisian BBM tersebut.
‘’Solar habis sejak tadi (Rabu) malam,’’ tutur pengawas SPBU tersebut, Mustofa, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (14/10). Berdasarkan pengamatannya, minimnya stok solar tidak hanya terjadi di Lamongan. Juga daerah lainnya.
Tofa, sapaan akrabnya, belum mengetahui penyebab stok solar tersendat. ‘’Itu kan kewenangan Pertamina,’’ imbuh Tofa saat dikonfi rmasi via WhatsApp. Tanda – tanda solar langka terlihat sejak Rabu pagi.
Saat itu, di SPBU pinggir jalan nasional di Kecamatan Pucuk terlihat truk yang mengantre hingga badan jalan. Wartawan koran ini belum mendapatkan jawaban penyebab minimnya stok solar di SPBU di Lamongan.
Anggota Tim Komunikasi Pertamina MOR V Pertamina, Cicilia menjelaskan, Pertamina melalui Patra Niaga ditunjuk sebagai badan usaha sesuai dengan Perpres 191 Tahun 2014.
‘’Dalam perpres tersebut, solar termasuk BBM jenis tertentu yang artinya penyaluran, alokasi, dan lainnya diatur serta diawasi oleh pemerintah,’’ ujar Cicilia. Dia mengatakan, Pertamina sebagai badan usaha tunduk terhadap aturan tersebut.
Namun, lanjut dia, jika ada permasalahan di lapangan, maka Patra Niaga sebagai subholding Pertamina akan berkoordinasi dengan pihak terkait. ‘’Agar kebutuhan dapat terpenuhi,’’ tulis Cicilia melalui pesan singkat WhatsApp.
Editor : Bachtiar Febrianto