Radar Bojonegoro - Sore mulai tiba, beberapa anak-anak dan ayahnya beranjak menuju area persawahan di Jalan Monginsidi, Bojonegoro kemarin (13/8). Membawa burung-burung merpati dengan kurungan kotak atau wadah kayu. Satu kotak terdapat dua burung merpati. Satu per satu mengeluarkan burung merpati.
Aktivitas ini melatih pasangan burung dara beradu kecepatan hingga adu “asmara merpati”. Hobi burung keplek atau kepak ini menjadi riang di tengah pandemi. Mereka juga mengajak anaknya, hal itu untuk menghilangkan rasa jenuh di tengah pembelajaran daring saat pandemi. Tentu, kepak sayap burung dara keplek menjadi kegembiraan bagi anak-anak yang memainkannya.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, salah satu anak memegang burung dara betina, sedangkan ayahnya memegang yang jantan dan membawa ke tempat yang jauh. Saat burung jantan dilepas, burungpun langsung menuju ke burung betina dengan aba-aba kepakan sayap. Seakan-akan jodohnya, burung jantan bergegas menuju kepakan sang betina.
Mulyono warga Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro sengaja menga jak anaknya untuk bermain sekaligus melatih pasangan burung dara dimilikinya. Hobi ini dinilai efektif untuk menghilangkan kejenuhan di tengah pembelajaran daring. “Juga mengurangi anak pegang gadget,” katanya kemarin (13/8).
Mulyono mengaku burung keplek merupakan rutinitas dila ku kannya tiap sore. Terkadang ia mengikuti lomba burung keplek yang diadakan diberbagai tempat. Saat ini ia mempunyai tiga pasangan burung dara yang sudah dilatih dengan anaknya.
Muhammad Zaenuri, juga warga Desa Sukorejo mengajak anak-anak di sekitar rumah untuk ikut melatih burung dara ke plek miliknya. Latihan tersebut juga bisa menjadi sarana anak-anak bermain saat pembelajaran daring. “Mereka senang dengan permainan ini, terkadang gantian mereka yang memegang jantan, saya memegang betina dan sebaliknya,” tuturnya.
Menurut Zaenuri, permainan ini rutin dilakukan seminggu sekali, namun saat tertentu seperti akan mengikuti lomba bisa sampai empat hari berturut-turut. Saat ini ia memiliki sembilan pasang burung dara keplek. Butuh waktu hampir setahun untuk “menjodohkan” agar burung merpati jantan itu mengikuti perintah kepakan sayap betina itu. (luk)
Editor : Indra Gunawan