Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Biaya Makan-Minum RSUD Bojonegoro Tembus Rp 10 M

Indra Gunawan • Senin, 14 Juni 2021 | 21:00 WIB
Biaya Makan-Minum RSUD Bojonegoro Tembus Rp 10 M
Biaya Makan-Minum RSUD Bojonegoro Tembus Rp 10 M

Radar Bojonegoro - Biaya makan dan minum (mamin) pasien dan petugas di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo cukup besar. Tahun ini rumah sakit pelat merah itu mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk mamin pasien.


Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro meminta semua RSUD tidak main-main dengan penggunaan anggaran. Sebab, serapan anggaran tiga RSUD tahun lalu di angka persentase yang sama.


Humas RSUD dr Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro Thomas Djaja mengatakan, biaya mamin memang cukup besar. Itu karena jumlah pasien juga tinggi. Pihaknya tidak hafal betul jumlah pasien setiap tahunnya. Namun, diperkirakan mencapai ribuan orang pasien rawat inap setiap tahunnya. ‘’Yang diberikan makan dan minum hanya pasien yang menjalani rawat inap,’’ katanya kemarin (12/6).


Pasien rawat inap itu mengidap sakit yang berbeda-beda. Sehingga, menu makananya juga berbeda. Disesuaikan jenis penyakitnya. Misalnya, sakit diabetes tidak bisa mengonsumsi makanan yang tinggi glukosa. ‘’Kami sesuaikan dengan kebutuhan pasien,’’ jelasnya.


Biaya mamin di RSUD itu diperuntukkan pasien dan petugas jaga RSUD. Dalam sehari ada tiga kali jadwal makan. Sehingga, tidak heran anggaran mamin juga terbilang jumbo. ‘’Apalagi saat pandemi ini pasien Covid-19 juga banyak,’’ ujar dokter spesialis gigi itu.


Dibanding dua RSUD lainnya, anggaran mamin RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo jauh lebih besar. RSUD Padangan tahun ini memasang anggaran mamin dengan total Rp 879,5 juta. Sedang kan RSUD Sumberrejo memasang sebesar Rp 1,2 miliar. Anggota Banggar DPRD Ahmad Supriyanto meminta manajemen semua RSUD benar-benar menggunakan anggaran dengan benar.


Pada APBD tahun lalu serapan anggaran tiga RSUD pelat merah itu seragam. Pada kisaran 77 persen. ‘’Ini sebenarnya aneh, kok bisa sama seperti itu,’’ tuturnya.


Supriyanto tidak tahu internal tiga badan layanan umum daerah (BLUD) melaksanakan serapan. Namun, laporan diterima banggar DPRD, tiga RSUD serapannya sama. Tahun lalu RSUD dr Sosodoro Djatikoesomo memiliki anggaran sebesar Rp 283 miliar. RSUD Sumberrejo sebesar Rp 59,9 miliar, dan RSUD Padangan sebesar Rp 59,8 miliar.


Tahun ini alokasi anggarannya turun. RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo mendapatkan alokasi Rp 240,4 miliar. RSUD Padangan dan RSUD Sumberrejo masing masing Rp 59,8 miliar dan Rp 59,9 miliar. ‘’Kami harap anggaran yang dialokasikan itu digunakan dengan maksimal,’’ jelasnya.

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro