Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Timur Jembatan Padangan-Kasiman Longsor 15 Meter

Indra Gunawan • Rabu, 13 Januari 2021 | 18:34 WIB
Timur Jembatan Padangan-Kasiman Longsor 15 Meter
Timur Jembatan Padangan-Kasiman Longsor 15 Meter

Radar Bojonegoro - Tebing di area Jembatan PadanganKasiman terjadi abrasi. Tebing mengalami longsor dengan panjang sekitar 15 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Titik longsor di timur jembatan atau area Taman Bengawan di Desa/Kecamatan Padangan. Longsor diketahui sejak Senin sore (11/1).


Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di area taman sudah diminta tak berjualan di dalam taman. Khawatir longsor semakin besar dan terjadi susulan seiring debit air Bengawan Solo fluktuatif dan kemarin terjadi hujan. Diperlukan perbaikan secepatnya mengingat tebing ini tak jauh dari Jembatan Padangan-Kasiman. ‘’Sudah dua hari ini pedagang tak boleh masuk taman,’’ kata salah satu aparatur desa setempat kemarin.


Menurut dia, tanda-tanda tebing mulai retak ini sejak Mei 2020 lalu. Namun, Senin sore kondisinya semakin parah. Warga sekitar jembatan telah mengingatkan dan meminta pedagang berjualan di luar taman


Juga meminta berhati-hati ketika di sekitar titik lokasi. Kondisi longsor sudah dilaporkan ke Camat Padangan dan diteruskan ke dinas terkait. Kemarin sore, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro juga mendatangi lokasi dan melakukan asesmen.


Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Bojonegoro Eko Susanto mengatakan, dimensi longsoran di Taman Bengawan Padangan yakni panjang 15 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter.


Terjadinya longsor sejak pukul 15.30. Pihaknya telah mengimbau kepada warga sekitar guna berhati-hati bila sedang berada di sekitar lokasi longsoran. Selain di Desa Padangan, fluktuasi debit air Bengawan Solo mengakibatkan tanah longsor di wilayah Kecamatan Kasiman. Persisnya tepi Kali Ngaglik turut Dusun Caper, Desa Ngaglik.


“Kedua titik itu lokasinya berada di bantaran Bengawan Solo, pemicu longsor akibat naiknya debit air Bengawan Solo pada Senin,” ujarnya.


Dimensi longsoran di tepi Kali Ngaglik turut Dusun Caper, Desa Ngaglik dengan panjang 25 meter. Serta lebar 20 meter, dan tinggi longsor 10 meter. Ada satu rumah milik Sarjono berjarak satu meter dengan longsoran tepi Kali Ngaglik tersebut. Saat ini telah dipasang garis polisi di lokasi longsor.


“Kali Ngaglik merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan,” ujarnya.


Eko menambahkan, bahwa ada dugaan pemicu longsor akibat masih maraknya aktivitas penambangan pasir. Sebab, saat ini kondisi DAS (Daerah Aliran Sungai) Bengawan Solo mengalami pendangkalan, otomatis luberan atau luapan airnya akan semakin jauh dan melebar.


Camat Kasiman Imam Wahyu Santoso mengatakan, pemilik rumah yang berada di dekat longsoran di Kali Ngaglik telah diminta untuk mengungsi sementara di rumah saudaranya. Juga melalui pemerintah desa mengimbau agar masyarakat tidak mendekati lokasi longsoran.


“Karena memang di lokasi longsoran tidak dipasang garis polisi. Tadi tim dari BPBD sudah ke lokasi, jadi menunggu hasil asesmennya,” jelasnya.


Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro sudah berusaha mengonfirmasi Camat Padangan Bayudono Margajelita melalui sambungan telepon. Namun, belum ada respons. Sekretaris Kecamatan Padangan Mundhofir menjelaskan, bahwa kondisi longsor telah dilakukan pengecekan serta asesmen oleh forpimca bersama BPBD.


Pihaknya sebatas mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di dekat area longsor. “Sementara ini kami sudah cek kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat agar tidak berada di dekat area longsor,” tuturnya. 

Editor : Indra Gunawan
#longsor #bojonegoro