Radar Lamongan – Wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium menguat. Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pihak Pertamina berencana menghapus BBM dengan research octan number (RON) 88 tersebut.
Rencana tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Di Lamongan hanya beberapa stasiun bahan bakar minyak (SPBU) yang masih menjual premium. ‘’Kebijakan penyaluran dan penghapusan Premium merupakan kewenangan Pemerintah,’’ tutur Unit Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus, Rustam Aji kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (15/11).
Menurut Rustam, kalau penghapusan premium benar dilakukan, merupakan upaya pemerintah menciptakan udara bersih dan sehat. ‘’Kami mendukun upaya pemerintah mendorong penggunaan bahan bakar minyak yang lebih ramah lingkungan,’’ terang Rustam saat dikonfirmasi via ponsel. Dia mengatakan, BBM dengan RON di atas 90 lebih ramah lingkungan. Seperti pertamax. Sehingga, diakui Rustam, kini Pertamina mengedukasi konsumen untuk menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.
‘’Pertamina mendorong penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi, karena selain baik bagi lingkungan juga akan berdampak positif untuk mesin kendaraan dan udara yang lebih bersih,’’ katanya.
Selain itu, terang dia, Pertamina nantinya akan memberikan stimulus berupa promo BBM kepada masyarakat. Sehingga, lanjut dia, masyarakat tergerak untuk mencoba BBM dengan kualitas lebih baik.
‘’Stimulus tersebut dilakukan Pertamina atas dukungan Kementerian KLHK untuk menjawab tuntutan dan agenda global dalam rangka mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor,’’ pungkas Rustam.
Editor : Indra Gunawan