Radar Lamongan – Desa Besur, Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan dikenal sebagai desa wisata dengan inovasi pertanian yang modern. Potensi desa ini terus dikembangkan agar perekonomian tetap bergairah. Hasil panen petani yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi semakin membaik tak lepas dari tenaga, pemikiran dan inovasi yang dilakukan Kepala Desa Besur Abdul Haris Suhud ST.
Fasilitas sekolah pertanian diberikan bagi masyarakat Desa Besur. Ilmu yang didapat dapat merubah pola perilaku dalam pelaksanaan budidaya di sawah warga masing – masing. Salah satunya, merubah penggunaan pupuk pestisida ke pertanian yang ramah lingkungan.
Kepala Desa Besur Abdul Haris Suhud ST mengatakan, sekolah pertanian diadakan seminggu sekali. Metode dan materi pembelajarannya sangat sederhana. Kemasan penyampaian yang santai sangat membantu merubah pola pikir dan pola perilaku dalam budidaya pertanian. ‘’Teman- teman kelompok tani membuat pupuk cair sendiri, Perlahan – lahan masyarakat Desa Besur menghindari pestisida kimia. Juga membuat pengendali hama wereng yang semuanya sangat bersahabat dengan alam,“ Ujarnya.
Pria yang pernah mendapatkan penghargaan Kades Inovatif PWI Lamongan Award itu menambahkan, pemerintah Desa Besur melarang warganya membakar jerami. Larangan itu sebagai ikhtiar untuk perubahan pola pikir masyarakat dalam melakukan budidaya. “Di Besur, dilarang untuk mengambil jerami di wilayah Besur. Jerami dikembalikan ke lahan untuk menopang produksi, untuk menyuburkan tanah karena berbahan organik,” jelasnya.
Dengan sistem tersebut, secara tidak langsung beras yang dimakan minim bahan kimia. Selain itu, hasil pertanian juga meningkat dibandingkan 4-5 tahun lalu. Jika dulu satu hektare menghasilkan 5 - 6 ton, maka sekarang sekali panen rata – rata 7 – 8 ton per hektare. ‘’Kerjasama sektoral dengan kelompok tani, masyarakat tani. Sehingga kita bersyukur di Besur situasi kondusif, masyarakat guyup. Berkait dengan kegiatan pertanian juga selalu aktif, baik laki – laki maupun perempuan,’’ jelasnya.
Ke depannya, wisata yang sudah dikembangkan terus ditingkatkan untuk menambah pendapatan asli desa dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Bumdes juga menjadi pendobrak perekonomian masyarakat. Di Besur, ada lapangan futsal yang disewakan, dan kafe taman. Ke depan, ada kolam renang. Lokasinya selatan wisata WBAe.
‘’Sehingga Bumdes bukan hanya nama. Kita tata kelembagaannya, kita tata manajemennya agar bisa mensejahterakan dan menambah penghasilan masyarakat,’’ ujarnya. Sementara itu, H Samsul Hadi, ketua BPD Besur berharap kerja keras dan inovasi Kepala Desa Haris Suhud ST semakin membawa desa maju lagi. Baik bidang pertanian, ekonomi, maupun bidang - bidang lainnya.
‘’Khususnya yang selama ini sudah dirasakan masyarakat dengan hasil panen meningkat dibanding tahun – tahun lalu. Itu di bawah kepemim-pinan Kades Haris Suhud,’’ ujarnya. Ke depan, dia berharap lebih baik lagi. Warga Desa Besur bisa lebih sejahtera dibandingkan desa sekitar khususnya, dan desa di Kabupaten Lamongan pada umumnya.
‘’Dengan bekal di pemerintahan pertama desa, Besur bisa lebih dikenal lagi di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. Karena kemarin ada Dinas Pertanian Jawa Timur, bahkan Malaysia juga melihat perkembangan pertanian di Desa Besur,’’ jelas Samsul.
Editor : Indra Gunawan