BOJONEGORO - Besok (15/7) sudah mulai tahun pelajaran baru. Anak-anak kembali bersekolah, setelah libur akhir semester. Siswa baru mulai memasuki masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bojonegoro-Tuban menginstruksikan MPLS ditangani oleh guru. ’’Harus ditangani oleh guru. Siswa tidak boleh,’’ tegas Kepala Cabdin Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (13/7).
Adi menjelaskan, MPLS harus benar-benar ditangani guru. Siswa hanya boleh membantu pelaksanaannya. Namun, jangan sampai siswa senior memegang kendali kegiatan MPLS itu. ’’Sudah kita sampaikan itu pada semua sekolah,’’ tegasnya.
Perpeloncoan, lanjut Adi, sangat dilarang dalam MPLS. Baik perpeloncoan secara fisik maupun tidak. Misalnya, siswa ditugaskan untuk mencari benda-benda yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan sekolah. Misalnya, membawa karung goni atau barang yang susah didapatkan.
’’Perpeloncoan itu akan memengaruhi kepribadian siswa baru. Bahkan, mereka bisa tidak kerasan,’’ jelasnya.
Menurut Adi, kegiatan MPLS ini sebenarnya sama dengan masa orientasi siswa (MOS). Hanya namanya saja yang berubah. Inti kegiatannya tetap sama. ’’Siswa lebih banyak diarahkan mengenal sekolahnya. Mulai program-programnya hingga kondisi sekolah,’’ terang Adi.
Kegiatan MPLS itu akan dilaksanakan selama tiga hari. Yakni, berakhir Rabu (17/7). Setelah itu, dilanjutkan kegiatan sekolah sendiri. Bisa pentas seni atau kegiatan sekolah lainnya.
’’Itu nanti tergantung sekolah,’’ jelasnya.
Pada hari pertama masuk sekolah, orang tua harus mengantarkan anaknya ke sekolah. Orang tua harus memasrahkan anaknya ke guru yang mengajar. Itu wajib bagi siswa baru. Sedangkan untuk siswa lama tidak.
’’Yang sudah senior sudah dipasrahkan tahun lalu. Tahun ini tidak perlu lagi dipasrahkan,’’ jelasnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto