BOJONEGORO - Setelah Bendung Gerak di Kalitidu, satu proyek lagi akan kembali dibangun di kawasan Bojonegoro. Yakni Bendung Gerak Karangnongko. Bendung gerak ini berada di dua kabupaten.
Yakni Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Blora. Dalam waktu dekat akan melakukan pembebasan lahan. Sesuai perencanaannya, pembangunan bendung itu ditargetkan tuntas 2020. Sehingga, tahun ini harus segera dimulai.
“Membutuhkan lahan sekitar 444 hektare,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Bojonegoro Edi Susanto kemarin (1/7).
Dia menuturkan, pembangunan bendungan itu sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Sehingga, anggarannya juga bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Namun, ke depan yang akan merasakan dampaknya warga Bojonegoro dan Blora.
Karena dalam bendungan itu nanti ada dua pintu keluar. Sisi kiri dan kanan. Untuk irigasi pintu kiri dialirkan ke Kabupaten Blora, sedangkan irigasi pintu kanan mengalir di Kabupaten Bojonegoro wilayah selatan.
“Perencanaan sudah matang. Ini tinggal pembebasan lahan milik warga,” ujar mantan kepala satpol PP itu.
Editor : M. Yusuf Purwanto