MEMASUKI hari kedua PPDB SMPN jalur luring, pendaftar prestasi di SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban menumpuk. Dua sekolah yang selama ini mendapat predikat unggulan tersebut menjadi fokus jujukan para siswa berprestasi untuk melanjutkan studinya. Jumlah pendaftar diperkirakan terus bertambah hingga hari terakhir pendaftaran luring Kamis besok (27/6).
Berdasarkan data di lapangan, hingga kemarin (25/6) siang pendaftar jalur prestasi SMPN 1 Tuban sudah mencapai 118 siswa. Ratusan siswa tersebut bersaing untuk memperebutkan kuota 15 persen atau 29 kursi. Dengan kata lain, siswa pendaftar prestasi sudah melebihi 89 siswa dari kuota yang tersedia. ‘’Sebagian besar pendaftar dari peraih nilai USBN, sebagian lagi dari peraih kejuaraan. Jumlah pasti per bidang belum kami petakan,’’ kata Indra, salah satu panitia PPDB SMPN 1 Tuban.
Wakil Ketua MKKS SMPN Denny Tricahyo Utomo menjelaskan, pendaftar terbanyak jalur prestasi selanjutnya di SMPN 3 Tuban. Hingga hari kedua, sekolah di Jalan Sunan Kalijaga ini diserbu pendaftar jalur prestasi sebanyak 71 siswa. Rinciannya, peraih nilai USBN tertinggi 49 siswa, kejuaraan 19 siswa, dan hafiz Alquran 3 siswa. Pendaftar jalur prestasi sekolah ini hingga kemarin sudah kelebihan 33 pendaftar dari total kuota berprestasi yang hanya 38 kursi.
Sementara pendaftar jalur prestasi sekolah lain sepi peminat. SMPN 2 Tuban baru menerima pendaftaran 2 siswa berprestasi. Selanjutnya SMPN 6 Tuban (6 pendaftar) dan SMPN 7 Tuban (9 pendaftar). Sedangkan SMPN 4 dan SMPN 5 masih kosong. Siswa berprestasi tersebut nantinya akan digeser ke sekolah lain dalam satu zona agar terisi. ‘’Jika kuota prestasi tak terisi juga hingga hari terakhir, praktis akan diisi siswa jalur zonasi,’’ terang Plt kepala SMPN 2 Tuban ini.
Kepala Disdik Tuban Nur Khamid menambahkan, jalur prestasi tidak hanya untuk siswa peraih nilai USBN tertinggi se-kabupaten saja. Siswa dengan nilai tertinggi USBN per sekolah juga diberi kesempatan untuk mendaftar jalur prestasi ke SMP dalam satu zona. ‘’Untuk peraih nilai USBN tertinggi kabupaten bebas memilih SMP di mana saja (lintas zona). Tapi, untuk peraih USBN terbaik sekolah juga bisa mendaftar jalur prestasi ke SMP zona mereka,’’ terang Nur Khamid.
Dengan kebijakan tersebut, diharapkan siswa peraih nilai tertinggi USBN per sekolah dapat melanjutkan ke SMPN terdekat tanpa memerhatikan zonasi. Jalur prestasi USBN per sekolah ini yang menurut Nur Khamid hingga kemarin masih banyak yang belum dimanfaatkan siswa maupun orang tua. ‘’Nilai USBN tinggi ini pun bentuk prestasi yang wajib diapresiasi,’’ ujar pendidik senior di Tuban ini.
Editor : M. Yusuf Purwanto