BOJONEGORO - Situasi Terminal Rajekwesi Bojonegoro masih sepi menjelang H-5 Lebaran. Kedatangan bus masih terlihat normal. Hanya beberapa penumpang yang tiba dari jalur kedatangan. Terutama bus jurusan Surabaya-Bojonegoro.
Kepala Terminal Rajekwesi Sentot Sugeng mengatakan, bus menjadi kendaraan alternatif selain kereta api menjelang hari raya. Biasanya dipadati penumpang jelang H-3 hingga H-1 Lebaran. Terutama bus jurusan Surabaya-Bojonegoro.
Dan, intensitas penumpang menumpuk biasanya dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju Terminal Rajekwesi Bojonegoro. “Yang jelas tujuan Bungurasih-Bojonegoro pasti ramai,” katanya kemarin (30/5).
Sentot mengatakan, pemudik biasanya dikejar waktu saat arus mudik. Dengan anggapan orang kebanyakan pasti harus pulang sebelum Lebaran. “Jadi terkadang orang pulang bebarengan” katanya.
Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan menumpuknya penumpang di terminal. Apalagi dengan jadwal bus selalu ada keberangkatan tiap hari dan tidak perlu memesan jauh-jauh hari. Namun, kondisi tersebut akan berbeda saat arus balik nanti.
Sementara itu, tarif bus antarkota dalam provinsi (AKDP) ditentukan gubernur. Dan, sampai saat ini belum ada kenaikan tarif. “Belum ada surat perubahan tarif untuk tarif batas atas maupun tarif batas bawah,” ungkap dia.
Menurut dia, tarif yang ditentukan pusat seperti AKAP eksekutif menyesuaikan pasar. Sentot mengatakan, karena dianggap sudah kendaraan eksekutif seperti pesawat atau kereta. Sehingga jika weekend (akhir pekan) atau tanggal merah pasti ada kenaikan tarif.
Sedangkan tarif bus untuk antarkota antarprovinsi (AKAP) ekonomi seperti Bojonegoro tujuan Cepu akan menyesuaikan tarif. “Selain AKAP ada juga jurusan Bojonegoro tujuan Lamongan biasanya ada tambahan sedikit,” ujar dia.
Editor : M. Yusuf Purwanto