BOJONEGORO – Penyelenggara pemilihan umum telah menyatakan kemarin (14/4) sudah memasuki masa tenang. Beberapa alat peraga kampanye (APK) pun telah ditertibkan. Baliho hingga bahan kampanye mulai ditertibkan. Kini, pemandangan wajah para calon anggota legislatif mulai sirna.
Meski memasuki hari tenang. Nuansana pemilu ternyata justru tidak tenang. Warga mulai kedatangan ‘tamu’. Para tim pemenangan terus bergerak. Jawa Pos Radar Bojonegoro mencoba menelusuri di sekitaran Kecamatan Kota. Ternyata, ada warga yang sudah mendapatkan amplop dari seseorang.
Pria yang sudah sepuh itu mengaku diberi amplop untuk mencoblos caleg tertentu. Pria yang usianya sudah lebih dari enam puluh tahun itu mewanti-wanti agar namanya tidak disebut saat memberikan informasi ini. Dia mengatakan tidak menerima amplop tersebut.
Alasannya sederhana, dia tidak ingin terlibat money politics yang dapat mengekang hak suaranya dalam pesta demokrasi. “Lagian saya tidak tahu menahu visi dan misi caleg tersebut,” katanya.
Saat ditanya mengenai nama caleg yang diusulkan, pria ini mengatakan, tidak ingat siapa nama tersebut. “Memang APK-nya tepat berada di rumah saya. Tapi saya nggak ingat. APK yang di depan juga sudah dicopot,” ujarnya.
Dia menjelaskan, serangan amplop warna putih tersebut didapatnya pagi sekitar pukul 07.00 kemarin (14/4). “Jangan tanya siapa yang beri amplop. Nanti saya dimusuhi satu RT,” akunya.
Dia melanjutkan, dirinya tidak dipaksa untuk menerima amplop. Hanya saja, diberi pesan pada pemberi jika amplop diterima, setidaknya dalam satu keluarga ada dua orang yang memilih kandidat tertentu itu.
“Isinya berapa saya juga tidak tahu. Saya juga nggak berani tanya,” kata dia.
Dia mengaku, calon kandidat adalah anak dari salah satu warga dan sering datang jika ada acara desa. “Bapaknya memang rajin datang kalau ada pengajian atau acara-acara di sini,” ungkapnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto