LAMONGAN – Mobil sehat untuk desa-desa di Lamongan terus ditambah. Tahun ini ditambah 80 unit lagi. Anggarannya sekitar Rp 17 miliar telah tertuang dalam APBD 2019. “Tahun ini kita tambah mobil sehat 80 unit untuk mempermudah desa dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Bupati Lamongan, Fadeli kemarin (28/2).
Menurut dia, mobil sehat ini sebagai penunjang sarana prasarana (sarpras) desa. Supaya jangkauan kesehatan bagi warga desa lebih mudah. ‘’Agar mereka bisa mendapatkan pelayanan cepat dengan kemudahan rujukan serta transportasi memadai,’’ terangnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Taufik Hidayat menambahkan, proses pengadaan mobil sehat dengan sistem e-katalog. Saat ini prosesnya masih berlangsung. Pengadaan ini merupakan program berkelanjutan. ‘’Sampai tahun ini (2019) jumlah mobil sehat yang sudah disebar sekitar 270 unit,’’ ungkapnya.
Rencananya ke depan, lanjut dia, program terus berlanjut supaya seluruh desa di Lamongan yang berjumlah 462 desa akan mendapatkan fasilitas tersebut. Pengadaan dilakukan dinkes, pemeliharaannya menggunakan dana desa. ‘’Sementara mobilnya disebar di wilayah perbatasan dulu, karena untuk desa yang dekat dengan kota lebih mudah aksesnya,” terang dia.
Dia menjelaskan, pengadaan mobil sehat ini ada standarnya. Selain kecepatan, juga dilengkapi blangkar dan oksigen. Mobil sehat tersebut akan ditempatkan di polindes. Sehingga, ketika ada warga setempat yang butuh pelayanan rujukan, bisa memanfaatkan mobil tersebut.
Taufik menjelaskan, mobil sehat juga bisa digunakan sebagai penunjang posyandu. Intinya, agar masyarakat desa bisa lebih mudah memeroleh kendaraan untuk proses kesehatan. Sedangkan mobil ambulans puskesmas bukan hanya untuk rujukan, tapi juga digunakan untuk kegiatan promotif preventif. Pemerintah sengaja mencukupi sarpras transportasi di desa. agar mereka tidak bingung untuk membawa keluarganya berobat. “Kita lakukan bertahap, setiap tahun dianggarkan sesuai kemampuan,” jelasnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto