BOJONEGORO - Calon jamaah haji (CJH) yang berangkat tahun ini mulai melaksanakan berbagai tahapan. Selain mengurus paspor, kemarin (18/2) para CJH melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi haji.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Asik Syamsul Huda menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi akan dilaksanakan hingga Kamis mendatang (21/2). Vaksinasi dilaksanakan secara bergelombang. ‘’Jadi, bergiliran,’’ katanya.
Vaksin yang diberikan beragam. Mulai influenza, meningitis, tes kehamilan, dan konsultasi obat. Para CJH harus dinyatakan sehat. Setelah, CJH bisa dinyatakan siap berangkat.
Asik menjelaskan, pemeriksaan kesehatan adalah hal rutin. Itu untuk memastikan kondisi kesehatan para CJH. Sekaligus tes kesehatan ini untuk menentukan bisa tidaknya CJH berangkat ke Makkah. Selain itu, tahun ini Kemenag juga memberlakukan syarat khusus.
Yakni, hanya CJH yang dinyatakan sehat yang bisa melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). ‘’Jadi harus benar-benar sehat,’’ jelasnya.
Sementara itu, para CJH saat ini juga tengah melaksanakan foto paspor. Foto paspor dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan bersamaan. Namun, dibagi dalam beberapa gelombang. ‘’Kalau foto paspor sehari ada 60 orang. Kalau pemeriksaan sehari 100 orang,’’ jelasnya.
Selain itu, minggu ini para CJH juga sudah bisa melakukan pelunasan BPIH. Sebab, Kemenag pusat sudah menentukan besaran BPIH. ‘’Para CJH hanya melunasi Rp 10 juta,’’ tuturnya.
Jumlah CJH yang akan berangkat ke Makkah adalah 1.200-an. Namun, menurut Asik jumlahnya bisa meningkat menjadi 1.300-an CJH. Sebab, nanti akan ada penambahan-penambahan. Baik dari cadangan maupun CJH usia lanjut.