Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pernah Make-Up Bule dari India hingga Tiongkok

Bachtiar Febrianto • Senin, 18 Juni 2018 | 14:00 WIB
Pernah Make-Up Bule dari India hingga Tiongkok
Pernah Make-Up Bule dari India hingga Tiongkok

BOJONEGORO - Usianya masih sangat muda. Tapi, talentanya untuk merias wajah bisa tak boleh diremehkan. Zakiyah Rahmah telah bergelut dengan dunia tata rias hingga wedding organizer. Dia pernah hidup di Bali. Sekarang memilih menetap di Bojonegoro.




Lampu sebuah kafe di Jalan Veteran sedikit temaram. Gadis muda itu berjalan menuju salah satu tempat duduk di sudut kafe. Dia pun duduk lantas memesan minuman. Gawainya diletakkan di meja. Dia berbincang dengan seorang teman yang ada di depannya.



Zakiyah tidak sedang sibuk malam itu. Materi obrolannya dengan seorang temannya pun seputar kegiatannya yang pernah dilakukan di Pulau Dewata. Minuman yang ia pesan tiba. Dia menyeduh minuman itu lantas meletakkan lagi gelasnya. Obrolan pun berlanjut. Zakiyah mengubah  posisi duduknya. Dia pun menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan wartawan koran ini. Dia memperkenalkan diri.



Zakiyah masih benar-benar muda. Dia masih 22 tahun. Namun, di balik umurnya yang masih muda itu tersimpan bakat dan berbagai macam pengalaman tentang make-up artis.



Dia mulai bercerita tentang awal memulai belajar tentang make-up artis. Dara alumni SMA Model Terpadu itu setelah lulus memilih untuk berkuliah di jurusan tata rias Universitas Negeri Semarang.



Di sana, apa yang dirasakan sangat berbeda. Dia merasa kuliah tak to the point. Banyak mata kuliah yang jauh dari apa yang ia inginkan. Akhirnya saat masuk di semester tiga dia memilih keluar dari kampus. Dia pergi ke Surabaya lalu di sanalah dia mulai banyak menerima materi tentang tata rias sebenarnya. Berbagai pelatihan pun dia ikuti. Hingga akhirnya dia berkesempatan untuk ke Bali.



Di pulau yang khas dengan Pantai Kuta inilah dia mulai banyak pengalaman. Awalnya dia terlibat dalam sebuah wedding organizer hingga model fotografi. Dari dua aktivitas itu pun dia banyak bersinggungan dengan dunia tata rias.



Zakiyah pun itu berpartisipasi. Mulai mengonsep pesta pernikahan hingga turut menghandel untuk merias. Kesempatan untuk merias para klien itu tak disia-siakan. Dia memaksimalkan segala kemampuannya.



Hingga akhirnya beberapa bule pun ikut merasakan goresan tangannya. Para bule yang pernah dia tangani, yakni bule dari India hingga Tiongkok.  “Karakter bule itu beda-beda,” kata dia.



Perempuan berambut pendek ini menceritakan, untuk bule asal India senang sekali bernyanyi. Jadi, dia sebagai tim di sana harus benar-benar bisa menyesuaikan karakter. “Kalau orang bule itu make up-nya tidak suka yang tebal,” terang dia.




Zakiyah pernah punya pengalaman saat harus merias seorang asal Tiongkok. Saat merias kliennya banyak berbincang dengan bahasa Mandarin. Untung dia lumayan menguasai. Dari sinilah dia akhirnya cukup mengenal orang asal Tiongkok itu.



Kini, Zakiyah telah menetap di Bojonegoro. Dia telah membuka salon. Dia tak hanya berorientasi bisnis saja. Ada edukasi yang diberikan pada beberapa kliennya. Termasuk pemahaman tentang ber-make up itu tidak harus menor.  “Saya punya ciri khas saat merias di alis,” terang dia.



Di Bojonegoro kliennya cukup banyak. Dari berbagai kalangan pun sudah banyak merasakan goresan tangannya. Di umurnya yang masih muda dia cukup tangguh dalam berkompetisi dengan para penata rias di Bojonegoro.



Editor : Bachtiar Febrianto
#boks #bojonegoro