BOJONEGORO – Sebanyak 1.338 calon jamaah haji (CJH) memasuki tahap vaksinasi meningitis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Berdikari Bojonegoro sejak Rabu (2/5). Jadwal vaksinasi tersebut dibagi menjadi empat hari pada 2-5 Mei, sehingga per harinya 300-an CJH divaksin. Sebelumnya 1.338 CJH tersebut juga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan guna menentukan kepastian istithaah (kemampuan) jamaah haji.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro Totok Ismanto menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, jumlah CJH yang memenuhi syarat istithaah sebanyak 77,79 persen atau 1.040 CJH. Sedangkan CJH yang istithaah dengan pendampingan sebesar 22,09 persen atau 295 CJH. “Adapun sekitar 0,08 persen atau 3 CJH yang tidak memenuhi syarat istithaah sementara,” jelasnya.
Dia pun menjelaskan bahwa dari 1.338 CJH tersebut, ada 46,5 persen atau 622 CJH risiko tinggi (risti). Adapun CJH risti tersebut dibagi menjadi tiga macam, yakni usia 60 tahun ke atas dengan penyakit (gelang merah), usia 60 tahun ke bawah dengan penyakit (gelang kuning), dan usia 60 tahun ke atas tanpa penyakit (gelang hijau). “Gelang merah sebanyak 8,03 persen, gelang kuning 19,43 persen, dan gelang hijau 19,04 persen,” ujarnya. Tren tersebut menurutnya menurun, sebab tahun lalu jumlah CJH risti 48,76 persen.
Sehingga, diharapkan jumlah jamaah haji yang meninggal bisa ditekan. Sebab tahun lalu, jumlah jamaah haji yang meninggal mencapai tujuh orang, angka kematian tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Karena pada 2016 hanya satu orang yang meninggal, sedangkan pada 2015 hanya dua yang meninggal,” jelasnya. Adapun tiga penyakit risti teratas di antaranya hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes.
Editor : Bachtiar Febrianto