Keindahan Kebun Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, semakin terasa dengan kehadiran kupu-kupu. Jumlahnya banyak dan warnanya beragam. Memandang serangga bersayap sisik di kebun belimbing ini begitu memesona, karena warna-warni. Namun, serangga pengisap madu bunga ini bisa menjadi momok atau hama bagi pohon belimbing. Meski begitu, kehadiran kupu-kupu ini menjadi penyejuk keindahan kebun belimbing.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, kupu-kupu ini kerap hinggap di bunga-bunga kebun belimbing. Kebetulan, serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera ini mengisap madu dari bunga.
“Tentu (di Kebun Belimbing) tersebut terjadi siklus hidup dari kupu-kupu,” kata Nur Aini, guru biologi SMPN 7 Bojonegoro.Namun, Nur Aini tidak bisa memastikan, spesies atau ciri khas kupu-kupu di Kebun Belimbing tersebut.
Karena begitu banyaknya ragam kupu-kupu. Namun, dia memastikan adanya kebun belimbing ini bisa menjadi siklus serangga yang ramah dengan manusia ini.“Kupu-kupu ini suka di bunga belimbing. Tentu, bisa menjadi hama. Karena itu, petani sejak dini sudah membungkus buah belimbung agar terlindungi dari hama,” jelasnya.
Kemungkinan, kata Nur Aini, kupu-kupu ini menempel di belimbing dan bertelur. Lalu menjadi ulat, kepompong, dan menjadi kupu-kupu. “Lha ini siklusnya,” ujar guru yang sebelumnya mengajar di MAN 1 Bojonegoro tersebut.
Namun, dia menyadari kehadiran kupu-kupu ini menjadi keindahan tersendiri. Seperti di Sulawesi dan Malang, kehadiran kupu-kupu bisa menjadi daya tarik sendiri. “Kalau di luar jawa ada yang sampai dikeringkan menjadi kerajinan,” ujarnya.
Editor : Bachtiar Febrianto