Tidak semua siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Tuban melek teknologi. Tercatat, ratusan siswa dari 13 SMP menyatakan masih gagap teknologi (gaptek). Mereka inilah yang menyatakan belum siap dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Sutarno mengatakan, tahun ini belum semua jenjang SMP menggunakan ujian computer based test (CBT).Di antara 89 SMP negeri dan swasta di Tuban, baru 76 lembaga pendidikan yang menyatakan siap UNBK.
Sementara 13 sekolah menyatakan belum siap. Seluruhnya berstatus SMP swasta yang jumlah siswanya di masing-masing lembaga sekitar di bawah 50 anak.Ketidaksiapan 13 lembaga SMP tersebut tidak hanya dari sisi perangkat, namun juga tenaga pengajar dan siswanya.
‘’Untuk SMP negeri 100 persen siap UNBK,’’ tegas Sutarno. Mantan kepala SMPN 1 Montong itu mengatakan, faktor yang memicu sekolah belum siap UNBK tidak hanya dipicu dari belum memadainya fasilitas, namun juga dari segi sumber daya manusia (SDM), baik pendidik maupun siswanya.
Sutarno memberikan contoh salah satu SMP di Kecamatan Rengel yang dari sisi fasilitas sudah mendukung. Namun, pihak sekolah menyatakan belum siap UNBK dengan alasan siswanya banyak yang belum terbiasa mengoperasikan komputer. Karena itu, sekolah khawatir siswanya grogi dan hasil ujian tidak maksimal.
Meski demikian, Sutarno memastikan jumlah SMP yang mengikuti UNBK tahun ini jauh meningkat dari tahun lalu. Pada 2016, UNBK hanya diikuti 13 sekolah negeri se-Tuban atau hanya sekitar 15 persen. Jika dipersentase tahun ini, jumlah sekolah yang sudah menggunakan UNBK sekitar 85 persen atau meningkat 70 persen jika dibanding tahun lalu.
Sutarno menegaskan, tahun ini pemerintah masih memberi kesempatan sekolah-sekolah pinggiran untuk mengikuti ujian berbasis kertas. Namun, dia tidak menjamin apakah tahun depan pemerintah kembali menyelenggarakan ujian kertas atau tidak.
Karena itu, dia mendorong pihak sekolah agar proaktif untuk membiasakan para siswa dan pendidiknya menguasai peranti komputer. Sutarno pun menargetkan tahun depan tidak ada lagi sekolah yang menggunakan paper based test (PBT) atau ujian kertas. ''Semua harus sudah computer,’’ tegas dia.
Pendidik senior di Tuban ini lebih lanjut mengatakan, untuk fasilitas penunjang UNBK, sekolah tidak perlu khawatir. Sebab, jika sekolah belum mampu membeli peralatan komputer untuk keperluan ujian siswanya, bisa mengikuti ujian bergantian dengan sekolah lain. Tentu, mekanisme ini harus melalui disdik. ‘’UNBK bisa bergabung dengan sekolah lain, jadi tidak perlu dipersoalkan,’’ imbuh dia.
Sutarno menambahkan, tahun ini peserta ujian nasional di Kabupaten Tuban tingkat SMP/MTS berdasar daftar nominasi tetap (DNT) berjumlah 15.740 siswa. Seluruhnya tersebar di semua SMP dan MTS di Bumi Wali.
Sementara itu, untuk pelaksanaan ujian nasional pada 23 hingga 26 April, Sutarno memastikan, saat ini seluruh persiapan sudah dilakukan di masing-masing lembaga.
Editor : Bachtiar Febrianto