Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Mayat dari Ponorogo Ditemukan di Bojonegoro

Ebiet A. Mubarok • Jumat, 26 Januari 2018 | 17:48 WIB
Mayat dari Ponorogo Ditemukan di Bojonegoro
Mayat dari Ponorogo Ditemukan di Bojonegoro

BOJONEGORO – Korban tenggelam di sungai Genting Kecamatan Balong Ponorogo ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Payaman Kecamatan Ngraho. Kabar itu dikatakan Plt Kalak BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo kemarin (25/1). “Tadi (kemarin, Red) sekitar jam 10.00 ditemukan di Desa Payaman, Ngraho,” kata Andik. 


Andik menjelaskan, mayat laki-laki atas nama Ahmad Puji Santoso,18, itu berasal dari Desa Ngampel Kecamatan Balong Ponorogo. Korban sudah dicari sejak (23/1) lalu akibat hanyut di sungai desa setempat.


Saat ditemukan, posisi korban dibawa ke Puskesmas Kecamatan Ngraho. Korban, kata Andik, dicari oleh warga dan BPBD Ponorogo sejak sekitar 3 hari lalu.


  “Setelah penyidikan oleh polsek nanti langsung dikirim ke rumah keluarga di Ponorogo,” kata dia. 


Ditemukannya korban tenggelam, menurut Andik, menunjukkan bahwa meski cenderung fluktuatif, aliran air Bengawan Solo tetap berbahaya dan harus diwaspadai. Tidak boleh sembarangan.


Sebab, kondisi air sendiri juga masih bisa naik. Terutama untuk sungai wilayah Bojonegoro, karena kondisi hulu sebelumnya naik, tentu di wilayah hilirnya juga bakal mendapat kiriman air. 


Saat ini, kondisi TMA Bengawan Solo wilayah Bojonegoro juga masih berada di bawah level siaga, 10.53 mdpl. Padahal, untuk capai siaga hijau harus berada pada level 13.00. 


Namun, menurut dia, dengan potensi hujan lokal masih tinggi dan air kiriman dari hulu, tetap saja tidak menutup kemungkinan jika kondisi TMA Bengawan Solo wilayah Bojonegoro kapanpun bisa naik.


“Imbauannya agar masyarakat yang menyeberang atau mencari ikan di sungai lebih waspada,” pungkas dia.  

Editor : Ebiet A. Mubarok
#bengawan solo #bojonegoro