Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Harga Garam Dikeluhkan Peternak

Muhammad Suaeb • Kamis, 25 Januari 2018 | 14:25 WIB
Harga Garam Dikeluhkan Peternak
Harga Garam Dikeluhkan Peternak


KOTA – Harga garam yang cukup tinggi saat ini tidak hanya dikeluhkan ibu-ibu. Namun kalangan peternak sapi juga ikut mengeluh. Sebab mereka banyak menggunakan garam untuk campuran pakan ternak. ‘’Saat ini harganya mencapai Rp 150 Ribu per sak. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 130 Ribu per sak,’’ kata seorang peternak sapi asal Tikung, Nurul Huda rabu (24/1).


Dia mengungkapkan, selama ini garam dipakai campuran pakan ternak untuk meningkatkan nafsu makan sapi. Garam biasanya dicampurkan dalam air bersama dedak. Selain itu juga ditaburkan pada jerami kering yang akan dimakan sapi. “Dengan memberi campuran garam ke dalam air minumnya, nafsu makan sapi semakin meningkat sehingga sapi cepat gemuk,” ungkapnya.


Menurut dia, setiap hari dia menghabiskan sekitar 15 kilogram (kg) garam untuk sapinya yang berjumlah 40 ekor. Satu sak garam berisi sekitar 30 kg. ‘’Berarti sehari menghabiskan uang Rp 75.000 hanya untuk garam saja. Belum untuk kebutuhan lainnya,’’ tukasnya.‘’Untuk barangnya sendiri, tidak ada kelangkaan. Namun harganya sangat tinggi tidak seperti biasnya. Hampir setara gaji orang yang merawatnya,’’ tambahnya.


Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, M. Zamroni, kenaikan garam gerasak terjadi karena saat ini sedang musim hujan. Sebagian besar petani garam sudah tidak bisa melakukan produksi. Sehingga stok garam menurun yang membuat harga menjadi naik.


‘’Produksi garam membutuhkan cuaca panas. Sedangkan sekarang musim hujan, jadi tidak ada produksi,’’ katanya.Disinggung kemungkinan adanya penimbunan, Zamroni membantah. ‘’Kalau penimbunan tak ada sama sekali. Karena sering dilakukan pengecekan di lapangan,’’ ujarnya.

Editor : Muhammad Suaeb