Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Konsumen Wallpaper Semakin Bertambah

Bachtiar Febrianto • Jumat, 19 Januari 2018 | 01:58 WIB
Konsumen Wallpaper Semakin Bertambah
Konsumen Wallpaper Semakin Bertambah

BOJONEGORO - Permintaan wallpaper untuk hiasan interior rumah terus bertambah. Setidaknya, wallpaper bisa menjadi desain interior yang apik. Dan wallpaper bisa lebih ekonomis dibanding cat tembok. Dilihat dari usia, wallpaper cukup awet dan mudah diganti apabila bosan. Sehingga, sangat cocok bagi kafe.


Sujoko salah satu pengusaha wallpaper mengatakan, konsumen di tokonya semua kalangan.


Entah umum, pengusaha kafe, atau pengembang perumahan.


Harga ditawarkan juga ekonomis, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 285 ribu per roll. Selisih harga tergantung merek dan kualitasnya. 


“Wallpaper itu lebih ringkas dan murah. Karena harga tersebut sudah termasuk biaya pasang,” katanya. 


Bahkan, kata dia, wallpaper juga tahan lama hingga 10 tahun, selama kondisi tembok tidak lembab.


Motif idola konsumen ialah klasik dan alam. Seperti motif bunga dengan pemilihan warna kalem.


Wallpaper dipilih karena dibandingkan dengan cat tembok jauh lebih irit. 


‘’Sebab, cat tembok tidak bisa termasuk jasa ngecatnya, beda dengan wallpaper,” terangnya. 


Sehingga tak heran dalam sebulan tokonya mampu menjual minimal 200-300 roll.


Terkadang, beberapa pengusaha kuliner juga tertarik membeli wallpaper menyesuaikan tema kafenya.


Aditya salah satu konsumen mengatakan, butuh wallpaper karena lebih simpel.


“Isitilahnya kalau bosan bisa langsung ganti, karena kafe kan menjual suasana,” ujarnya. 


Sehingga lebih efektif dan efisien mendesain interior kafe menggunakan wallpaper.


Karena itu, opsi paling cocok mempercantik interior kafe adalah wallpaper. 


Desainnya pun bisa menyesuaikan tema diinginkan.


‘’Rencana temanya elegan, tidak terlalu cewek banget dan tidak terlalu cowok juga,” ujar salah satu pengusaha kafe ini.

Editor : Bachtiar Febrianto