BLORA – Musim hujan perlu diwaspadai bagi para menikmat hobi memancing. Apalagi, yang suka memancing di Bengawan Solo. Sebab, tinggi muka air (TMA) sungai terpanjang di Pulau Jawa ini sering naik. Bahkan, bisa membawa korban. Rabu (6/12), M. Prayogi, 13, seorang pelajar SMP ditemukan tewas tenggelam di wilayah Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, setelah dilakukan pencairan selama dua hari.
Tim BPBD Blora Agung Tri mengatakan, peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama tiga temannya memancing di Bengawan Solo, dekat Goa Sentono Desa Mendenrejo, usai pulang sekolah sekitar pukul 14.30, Selasa (5/12). Sebelum tenggelam, korban berenang menuju tengah sungai untuk mengambil pelepah pisang. Karena tak bisa menahan derasnya arus sungai, korban pun tenggelam.
Teman korban yang mengetahui kejadian itu berteriak meminta tolong. Tak lama, petugas dari BPBD dan polsek setempat tiba di lokasi.
Juga petugas Koramil dan Basarnas Pos Jepara pun ikut melakukan pencarian.
Tim pencarian korban pun terus bertambah. Mulai tagana dinas sosial, banser, dan relawan kebencanaan Blora.
Namun, saat permukaan air sungai mulai naik sekitar pukul 22.00, pencarian dihentikan. Petugas bersepakat untuk melanjutkannya esok harinya (kemarin, Red).
Dengan menggunakan perahu karet, pencarian kembali dilanjutkan pukul 09.00.
Setelah perahu terus bergerak ke arah dua kilometer dari lokasi kejadian. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.55.
Setelah memastikan ciri-ciri korban, lalu jasadnya dimasukkan dalam kantong jenazah untuk dibawa ke rumah duka di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan. ’’Evakuasi berjalan lancar,’’ katanya.
Warga pun terlihat histeris saat korban ditemukan. Mereka yang tak kuat matanya berkaca-kaca karena korban masih cukup belia.
Kepala BPBD Blora Sri Rahayu mengingatkan agar warga berhati-hati saat berada di sungai.
Apalagi, saat ini curah hujan cukup tinggi. Arus sungai menjadi deras. ’’Kami minta semua tetap waspada dan berhati-hati,’’ tandasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto