BOJONEGORO – Hujan deras yang melanda Bojonegoro kemarin membuat genangan di sejumlah jalan protokol. Kondisi itu sempat membuat jalanan macet karena genangan membuat jalan tidak terlihat. Salah satunya di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Kepala BPBD Bojonegoro Andi Sudjarwo mengatakan, hujan yang terjadi kemarin memang cukup deras.
Kondisi itu membuat saluran air di sejumlah jalan protokol meluber, sehingga terjadi genangan.
Genangan paling parah terjadi di Jalan Pattimura, Jalan Panglima Polim, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Ahmad Yani.
Di Jalan Gajah Mada dan Jalan Ahmad Yani sempat membuat macet kendaraan.
Sebab, jalanan tidak terlihat karena tingginya air. ”Genangan tidak tinggi. Tapi, membuat pengendara tidak nyaman,’’ ujar Andik.
Genangan air tersebut tidak sampai membutuhkan penanganan. Sebab, genangan tersebut bukan terjadi karena adanya permasalahan saluran air.
Melainkan karena air hujan yang melimpah dan saluran air yang tidak mampu menampung. ”Namun, tidak sampai satu jam air sudah surut lagi,’’ jelasnya.
Menurut Andi, genangan selalu terjadi saat hujan deras terjadi. Namun, genangan tersebut tidak sampai membutuhkan penanganan BPBD.
Sebab, genangan akan surut dengan sendirinya. Sementara itu, hujan deras kemarin juga belum mengubah status Bengawan Solo.
Hingga kemarin, status Bengawan Solo masih jauh di bawah siaga. ”Masih aman. Jauh di bawah siaga,’’ jelasnya.
Andi menjelaskan, naiknya debit Bengawan Solo dipengaruhi oleh kiriman dari hulu.
Jika hulu terjadi hujan deras, maka kiriman air dari hulu akan membuat debit Bengawan Solo di Bojonegoro naik.
”Sedangkan hujan lokal tidak banyak berpengaruh. Kemarin, adalah hujan lokal,’’ ungkapnya.
Editor : Bachtiar Febrianto