Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mariyadi, Menanti 20 tahun Demi motor Perang (2/Habis)

Muhammad Suaeb • Rabu, 15 November 2017 | 13:50 WIB
mariyadi-menanti-20-tahun-demi-motor-perang-2habis
mariyadi-menanti-20-tahun-demi-motor-perang-2habis


Mariyadi mengoleksi motor antik secara totalitas. Bukan hanya memiliki motor antik tahun 1950-an dan 1960-an. Dia juga berburu motor antik tahun 1941, meskipun harus menunggu 20 tahun.


----------------------------------


M. MAHFUDZ MUNTAHA, Blora


----------------------------------


SUARA kicauan burung memenuhi ruangan rumah di Jalan Giyanti, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. Rumah milik Mariyadi, kolektor motor antik asal Cepu ini selain banyak terdapat motor antik juga banyak burung kicauan. 


Mariyadi, cukup lama mengoleksi motor-motor kuno. Motor antiknya ini rata-rata 1950-an dan 1960-an. Tetapi, dari sekian banyak koleksi motornya, Mariyadi juga memiliki motor tua antik tahun 1941. 


Yakni motor BSA Sideklep tipe M21 600 cc tahun 1941. Dan Matchlees tipe G3L 350 cc tahun 1941. Keduanya ini motor perang zaman dulu. Baginya memiliki dua motor sangat antik ini, memiliki kebanggan tersendiri.


Tapi untuk mendapatkan motor antik tahun 1941 ini bukanlah mudah. Sebab, hampir 20 tahun lebih, Mariyadi baru bisa memiliki motor ini. Kali pertama melihat motor 1941 ini ketika mengikuti jambore komunitas motor antik di Sragen pada 1990. Saat itu anaknya masih SMP. 


Nah, dia melihat motor BSA Sideklep M21 600 cc ini. Ketika melihat motor itu dia sangat menginginkannya. Mariyadi sampai terbawa-bawa mimpinya untuk mendapatkan motor kuno ini. 


Karena keinginannya itu, dia memajang foto motor ini didinding rumahnya. Nah, baru pada 2015 ketika sudah memiliki cucu, salah satu temannya menawarkan motor BSA Sideklep tipe M21 600 cc. 


Tapi, kondisi motor tak terawat. Untuk menghidupkan mesin saja, sangat sulit. Meskipun kondisinya buruk, dia sangat menginginkannya. Mariyadi pun rela barter dengan salah satu motor miliknya dalam kondisi baik dan surat-suratnya lengkap. 


Itu pun dia harus kembali menjual motornya untuk biaya melakukan restorasi mesin motor impiannya ini. ‘’Untuk perbaikan mesin itu harus tiga kali tahap penyempurnaan. Kali pertama diperbaiki di Jogjakarta. Lalu Bandung dan terakhir disempuranaakn di Jakarta,’’ bebernya.


Setelah itu motor antiknya ini diuji coba dari Jakarta hingga ke Jogjakarta. Begitu juga motor Matchlees G3L 350 cc tahun 1941 dia juga rela barter dengan motor-motor antiknya yang sudah baik.


Menurut Mariyadi, motor antik ini meskipun keluaran sebelum Kemerdekaan Indonesia, tapi kondisi mesinnya masih bagus. Baginya, mendapatkan motor impiannya ini rela barter atau mengganti dengan motor antik miliknya saat ini. 


‘’Seumpama ada motor yang saya ingin lagi, saya juga siap barter dengan motor yang ada di rumah,’’ ucapnya.


Editor : Muhammad Suaeb