RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Bojonegoro mengajukan penambahan jaringan gas (jargas), dari jumlah sebelumnya 10.000 jargas.
Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) langsung merespons, dan berjanji menambah jaringan gas (jargas) di Kabupaten Bojonegoro. Rencana sesuai jumlah kartu keluarga (KK).
‘’Kami meminta penambahan jargas, karena Bojonegoro penghasil migas,’’ kata Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.
Wabup Nurul menegaskan, sebelumnya sudah mengajukan via surat, kemudian ditindaklanjuti ketika ketemu Kepala SKK Migas saat mendampingi kepala kantor staf presiden (KSP) di Hotel Eastern, Selasa (7/7) lalu.
Baca Juga: Pelanggan Jargas PGN di Bojonegoro Berkurang 23 Persen
Pengusulan jargas 420 ribu. Harapannya, rampung dua tahun ke depan.
‘’Sudah 10.000 jargas itu saat sekitar 2020 atau 2021,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan komitmennya menambah, khususnya di daerah-daerah penghasil gas seperti Bojonegoro.
‘’Kami tingkatkan terus, karena daerah penghasil gas, aman. Tahun depan bertambah. Tapi, kami belum bisa menyebutkan karena belum membawa data saat ini,” ujar Djoko saat wawancara cegat depan lobi Hotel Eastren.
Dia melanjutkan, jika tahun tahun ini anggaran pembangunan jargas kurang lebih Rp 4 triliun skala nasional. Jika membahas usulan 420 ribu jargas, menurut dia, membutuhkan waktu.
Ada target lima tahun secara nasional. Jika ratusan jargas diajukan Pemkab Bojonegoro harus menelan paling tidak Rp 4,7 triliun dengan skema subsidi Rp 10 juta per KK.
‘’Ini kita lihat daerah penghasil gas ditambahjargasnya. Juga, kabupaten-kabipaten lain di wilayah Indonesia khususnya Bojonegoro. Satu KK subsidi Rp 10 juta jadi kalau diajukan 420 ribu jargas sekitar Rp 4,7 triliun. Ini anggaran untuk indonesia, bertahap ya,” tutur dia. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko