Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPRD Bojonegoro Mengaku Tak Tahu Pendirian Mini LNG, Komisi B Sebut Bisa Memicu Gejolak Sosial

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:12 WIB
INFOGRAFIS MINI LNG (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
INFOGRAFIS MINI LNG (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Indikasi proyek mini liquefied natural gas (LNG) di Kecamatan Gayam tidak transparan semakin menguat.

Bukan hanya warga lokal yang tidak memahami proses pembangunan di lahan perbatasan Desa Sudu dan Desa Katur itu.

Bahkan, DPRD Bojonegoro mengaku tidak tahu tentang proyek yang diproyeksikan menunjang kebutuhan gas di Jawa Timur hingga Jawa Barat itu.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, mengetahui kabar tersebut saat dikonfirmasi wartawan.

‘’Kami mengetahui kabar kalau Kecamatan Gayam ada pendirian pengolahan gas ya dari wartawan ini,’’ ujar Lasuri kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (30/6).

Baca Juga: Mini LNG Diproyeksikan Suplai Jatim hingga Jabar: Berdiri di Perbatasan Desa Sudu dan Desa Katur

Lasusi menegaskan, belum ada pembahasan dengan eksekutif. Karena proyek gas biasanya perizinan di pusat.

‘’Tapi, biasanya juga ada pemberitahuan ke pemkab (pemerintah kabupaten) dan perizinan lain-lain itu juga dengan pemkab,’’ tambah politikus asal Kecamatan Baureno itu. 

Saat disinggung masih banyak masyarakat setempat dan pemerintah desa (pemdes) yang belum mengetahui informasi tersebut, kata Lasuri, seharusnya semua perusahaan akan melaksanakan proyek di desa berkoordinasi dengan desa.

Jangan melangkahi desa. Baik proyek migas di wilayah barat maupun timur.

Karena, jangan sampai nanti ada protes dari warga terkait dampak ditimbulkan.

‘’Sebaiknya semua perusahaan yang akan melaksanakan proyek di suatu desa harusnya berkoordinasi dengan desa,’’ tegas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu. 

Sebelumnya, Proyek LNG atau gas alam cair bakal berdiri di lahan sekitar 1,6 hektare, lokasinya di perbatasan di Desa Katur dan Sudu, Kecamatan Gayam.

Mini LNG ini diproyeksikan mendukung pasokan Jawa Timur (Jatim) hingga Jawa Barat (Jabar). Namun, belum semua warga setempat mengetahui detail pembangunan, hingga was-was berdampak pada sektor pertanian. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#SUDU #LNG #DPRD #bojonegoro #gayam