Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

15 Ribu Liter Minyak Mentah Koperasi BME Dikirim ke Pertamina

Rahul Oscarra Duta • Senin, 18 Mei 2026 | 08:30 WIB
DIKIRIM: Truk tanki minyak Koperasi BME yang mengirimkan 15 ribu liter minak ke Pertamina. (ACHMAD SYAEROYZI/RADAR BOJONGORO)
DIKIRIM: Truk tanki minyak Koperasi BME yang mengirimkan 15 ribu liter minak ke Pertamina. (ACHMAD SYAEROYZI/RADAR BOJONGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Koperasi Blora Migas Energi (BME) mulai mengirim minyak mentah hasil sumur rakyat ke Pertamina Cepu. Langkah tersebut menjadi upaya untuk mendorong peningkatan lifting minyak nasional sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan penambang dan pendapatan desa penghasil minyak.

Ketua Koperasi BME Blora Sutrisno mengatakan, sejauh ini pihaknya telah dua kali mengirim sampel minyak mentah ke Pertamina. Pengiriman pertama berasal dari Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, sedangkan pengiriman kedua berasal dari Desa Plantungan. “Pengiriman kemarin total sekitar 15 ribu liter minyak mentah,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang berada di bawah naungan BME. Sumur-sumur tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Blora, Japah, Ngawen, dan Kunduran. Dari jumlah tersebut, potensi produksi diperkirakan mencapai 10 ribu liter minyak mentah per hari.

“Potensinya sekitar 10 ribu liter per hari,” katanya.

Sutrisno menjelaskan, minyak mentah dari sumur rakyat yang dikirim ke Pertamina wajib melewati serangkaian pengujian kualitas. Salah satu syarat utama yakni kandungan air maksimal 0,5 persen agar minyak memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Sumur Minyak Rakyat di Blora Kembali Beroperasi, Empat Tangki Dikirim ke Pertamina Cepu

Saat ini, BME masih menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel minyak dari Plantungan. Sementara itu, sampel minyak dari Botoreco sebelumnya telah dinyatakan memenuhi standar kualitas dan mendapat apresiasi dari Pertamina. “ Yang dari Botoreco kualitasnya bagus dan diapresiasi Pertamina,” ungkapnya.

Pengiriman sampel dari Plantungan dilakukan menggunakan empat unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Sebelum dikirim, minyak mentah terlebih dahulu menjalani proses penampungan dan pengendapan untuk menjaga kualitas produksi.

Selain kualitas minyak, armada pengangkut juga akan menjalani uji kelayakan bersama Pertamina. Pemeriksaan meliputi spesifikasi teknis kendaraan hingga kelengkapan operasional. BME juga menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah penghasil minyak rakyat untuk mendukung pengelolaan produksi.

Desa-desa yang siap berproduksi akan didorong mengikuti proses uji sampel dan uji kelayakan. Melalui langkah tersebut, BME berharap produksi minyak rakyat dapat memberi dampak lebih luas, baik terhadap target lifting nasional maupun ekonomi masyarakat desa.

“Harapannya bisa meningkatkan lifting minyak nasional, sekaligus mendukung PAD desa dan kesejahteraan penambang sumur rakyat,” tandasnya. (hul/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pertamina #cepu #minyak mentah #blora #migas