Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Solar di Blora Mengular hingga 120 Meter

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
DISERBU: Masyarakat yang membawa jeriken dan sejumlah kendaraan yang mengantre solar di SPBU Mlangsen. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN )
DISERBU: Masyarakat yang membawa jeriken dan sejumlah kendaraan yang mengantre solar di SPBU Mlangsen. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemandangan tak biasa terlihat di SPBU Mlangsen, Kecamatan Blora. Antrean kendaraan yang ingin mengisi solar subsidi di jalur Blora–Randublatung tersebut mengular panjang hingga sekitar 120 meter.

Didominasi oleh truk dan warga yang membawa jeriken, para pelaju harus rela gigit jari menunggu giliran hingga satu jam lebih.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang ini dipicu oleh tingginya ketergantungan warga terhadap solar subsidi.

Advertisement

Linda, warga Desa Jomblang, Kecamatan Jepon mengaku rutin membeli solar subsidi untuk kebutuhan alat pertanian, seperti traktor dan mesin selep. Saat ini ia membawa dua galon dengan total sekitar 30 liter.

"Untuk kebutuhan pertanian. Biasanya habis sekitar Rp 200 ribu sekali isi,'' ujarnya.

Advertisement

Menurut Linda, antrean yang dialaminya bisa mencapai sekitar satu jam. Untuk membeli solar subsidi, dia harus membawa KTP dan surat keterangan dari pemerintah desa yang menunjukkan solar tersebut digunakan untuk kebutuhan pertanian. Dokumen itu kemudian diperiksa petugas SPBU sebelum pengisian dilakukan.

Dia mengaku mengisi solar setiap dua hingga tiga hari sekali. Selama ini dirinya memilih SPBU Mlangsen karena sudah terbiasa melakukan pengisian di lokasi tersebut.

Dari rumahnya di Desa Jomblang, perjalanan menuju SPBU hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Antrean panjang juga dirasakan salah satu sopir truk, Paijo. Dia mengaku harus menunggu sekitar satu setengah jam sebelum mendapat giliran mengisi solar.

Meski demikian, Paijo mengaku memaklumi kondisi tersebut. Menurutnya, petani dan sopir sama-sama membutuhkan solar untuk menunjang pekerjaan.

Advertisement
Editor : Bhagas Dani Purwoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akademisi Unigoro: Ketahanan Energi Tak Cukup Andalkan Produksi, Efisiensi Juga Harus Diperkuat

Akademisi Unigoro: Ketahanan Energi Tak Cukup Andalkan Produksi, Efisiensi Juga Harus Diperkuat

Akademisi Universitas Bojonegoro (Unigoro) Fahrizal Taufiqqurrachman, SE., MSE., menilai, tantangan ketahanan energi daerah tidak hanya terletak pada kemampuan menghasilkan energi.

Polres Bojonegoro Panggil 29 SPBU, Antisipasi Kelangkaan BBM

Polres Bojonegoro Panggil 29 SPBU, Antisipasi Kelangkaan BBM

akhir tahun, biasanya terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Khusunya jenis solar. Beberapa tahun lalu, setiap akhir tahun terjadi antrean panjang pengisian solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bojonegoro.

Radar History: Kelangkaan Karena Panic Buying

Radar History: Kelangkaan Karena Panic Buying

 Terjadi kelangkaan bahan bakar bensin di Bojonegoro 21 tahun lalu. Padahal, suplai BBM sudah lancar sejak 18 Juli 2005 lalu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer