RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sumur minyak rakyat di Plantungan kembali beroperasi, empat tangki dikirim ke Pertamina Cepu. Masyarakat menyambut dengan syukuran dan mengawal langsung sampai Cepu.
Sebelum pemberangkatan minyak, masyarakat menggelar selamatan atau syukuran yang diikuti para pekerja, anak sekolah, dan warga sekitar. Suasana berlangsung meriah dan penuh rasa syukur.
Selanjutnya, empat truk tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter diberangkatkan menuju Pertamina Cepu. Ratusan warga turut mengiringi konvoi menggunakan mobil truk hingga ke Cepu.
Diketahui di Kabupaten Blora terdapat tiga pengelolaan sumur minyak, yakni BUMD Blora Patra Energi (BPE), Koperasi Blora Migas Energi( BME), dan UMKM PT Mataram Connection Nusantara. Sedangkan, Plantungan sendiri masuk dalam penglolaan BME.
Baca Juga: PT BPE Bidik Potensi CNG dari Sumur Dara Jingga
Sebelumnya, penandatanganan dilakukan di Kantor Pertamina EP Cepu Regional 4 di Jakarta.
Kini, Koperasi dan UMKM tersebut telah resmi menjalin perjanjian kerja sama (PKS), untuk mengelola 2.188 sumur minyak yang di kelola UMKM dan koperasi. Langkah tersebut bertujuan memperkuat tata kelola energi nasional dan memberikan kepastian hukum operasional sumur rakyat.
Sementara itu, Pengawas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Plantungan Ahmad Hanafi mengatakan, legalitas sumur rakyat menjadi harapan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberi kepastian bagi warga, yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas sumur minyak tradisional.
‘’Saat ini kita mewujudkan harapan sejak dahulu. Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo karena telah membantu sumur masyarakat di Desa Plantungan menjadi legal,” ujarnya.
Baca Juga: Sumur Minyak Rakyat di Blora Kantongi Legalitas: Koperasi dan UMKM Bisa Suplai Minyak ke Pertamina
Dia berharap, pengelolaan sumur rakyat kedepan dapat berjalan lebih baik bersama Pertamina, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
‘’Harapannya bersama Pertamina, sumur masyarakat bisa lebih maju dan dapat mensupport ketahanan energi nasional,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya Fajar, yang merasa bersyukur karena minyak hasil sumur masyarakat kini kembali dapat dijual secara resmi ke Pertamina.
‘’Sekarang sudah legal dan bisa menjual minyak ke Pertamina. Regulasi dan kesepakatan juga sudah ditandatangani, untuk mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.
Fajar mengungkapkan, aktivitas penjualan minyak sebelumnya sempat berhenti selama berbulan-bulan akibat terkendala regulasi. Kondisi itu membuat banyak warga kehilangan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
‘’Sebelumnya berbulan-bulan tidak ada penjualan karena regulasi. Masyarakat tidak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Baca Juga: Penemuan Gas Raksasa Sumur Geliga-1, Blok Ganal: Langkah Nyata Swasembada Energi 2028
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas legalitas sumur minyak rakyat tersebut.
‘’Warga sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah melegalkan sumur masyarakat, juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,” tandasnya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko