RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rencana pemerintah untuk mengalihkan penggunaan LPG 3 kg ke CNG (Compressed Natural Gas) atau gas bumi terus menjadi perbincangan hangat.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada impor elpiji yang membebani subsidi negara.
Gas CNG vs LPG 3 KG: 5 Fakta yang Perlu Diketahui Mengenai Pengganti Gas Melon
1. Perbedaan Karakteristik: Gas Bumi vs Gas Minyak
Jika LPG (Liquefied Petroleum Gas) berasal dari gas minyak cair, CNG adalah gas bumi yang dipadatkan (metana). Secara fisik, CNG lebih ringan dari udara, sehingga jika terjadi kebocoran, gas ini akan cepat naik dan memuai ke udara bebas, berbeda dengan LPG yang lebih berat dari udara dan cenderung mengendap di bawah.
2. Disalurkan Melalui Pipa dan Tabung Khusus
Untuk penggunaan rumah tangga, pemerintah melalui PGN (Perusahaan Gas Negara) mengembangkan konsep "GasKita".
Baca Juga: PT BPE Bidik Potensi CNG dari Sumur Dara Jingga
Skema penyalurannya tidak hanya melalui jaringan pipa gas (jargas), tetapi juga direncanakan menggunakan tabung khusus yang kuat karena tekanan CNG jauh lebih tinggi daripada tabung LPG biasa.
3. Harga yang Lebih Kompetitif
Salah satu alasan utama peralihan ini adalah harga. CNG diklaim lebih murah dibandingkan LPG nonsubsidi. Dengan menggunakan sumber daya gas alam domestik yang melimpah, biaya produksinya tidak bergantung pada harga minyak dunia (CP Aramco), sehingga harganya cenderung lebih stabil dan ekonomis bagi masyarakat.
4. Lebih Ramah Lingkungan
CNG dikenal sebagai salah satu bahan bakar fosil paling bersih. Emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran CNG jauh lebih rendah dibandingkan LPG atau minyak tanah. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
5. Keamanan dan Tekanan Tinggi
Karena disimpan dalam bentuk tekanan tinggi (mencapai 200 bar), tabung CNG dirancang dengan standar keamanan yang sangat ketat. Meskipun tekanannya tinggi, sifatnya yang mudah menguap di udara terbuka membuat risiko ledakan di ruang tertutup akibat kebocoran bisa diminimalisir dibandingkan dengan LPG yang mudah mengendap di lantai.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga LPG Melon di Pengecer Blora Tembus Rp 30 Ribu
Peralihan dari LPG ke CNG merupakan bagian dari transisi energi nasional. Meski menawarkan harga lebih murah dan emisi lebih rendah, tantangan terbesarnya ada pada pembangunan infrastruktur pipa dan ketersediaan tabung khusus yang harus merata di seluruh wilayah. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko