RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – BUMD Kabupaten Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), melirik peluang Participating Interest (PI) di sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 yang digarap PT Pertamina EP di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan. Namun, langkah tersebut masih harus menunggu hasil uji produksi yang dijadwalkan berlangsung awal tahun ini.
Komisaris BPE Seno Margo Utomo mengatakan, pihaknya berharap uji produksi sumur tersebut menunjukkan hasil positif, sehingga bisa dilanjutkan ke tahap pengembangan. Jika terbukti ekonomis, BPE berencana mengajukan minat untuk terlibat dalam pengelolaan kegiatan hulu migas melalui skema PI.
‘’BPE masih menunggu hasil uji produksi. Kalau hasilnya positif, nanti kami ajukan surat minat kepada Pertamina EP,” ujarnya.
Menurut Seno, keterlibatan BUMD dalam PI merupakan upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Blora. Hal itu juga sejalan dengan regulasi dalam Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2025, tentang perubahan atas Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016 terkait penawaran PI kepada daerah.
Ia menilai, potensi PI bisa menjadi alternatif sumber pendapatan daerah di tengah tekanan fiskal. Pasalnya, alokasi transfer keuangan daerah (TKD) dalam APBN 2026 untuk Blora disebut mengalami penurunan sekitar Rp 362 miliar.
‘’Prosesnya memang masih panjang sampai nanti daerah bisa mendapatkan PI, tapi ini salah satu peluang yang cukup signifikan untuk PAD,” jelasnya.
Sementara itu, Pertamina EP saat ini tengah mempersiapkan tahapan Uji Kandungan Lapisan (UKL) atau uji produksi pada sumur eksplorasi Dara Jingga. Tahapan ini menjadi fase penting untuk menentukan kelayakan pengembangan sumur tersebut.
Terpisah, Officer Communication Relations & CID Zona 11 Edy Arto menyampaikan, uji produksi menjadi penentu apakah potensi migas di sumur tersebut layak dikembangkan lebih lanjut.
‘’Ini tahapan penting. Semoga hasilnya positif sehingga bisa dilanjutkan ke pengembangan,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana